Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Ajak Shalat Ghaib untuk Tokoh NU

Bagikan:

 Hidayatullah.com–Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Adhijani Al Alabij, menginstruksikan agar seluruh warga Muhammadiyah melaksanakan salat ghaib untuk mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Idham Chalid yang meninggal dunia pada Ahad pagi.
 “Saya instruksikan kepada seluruh warga Muhammadiyah segera melaksanakan salat ghaib,” kata Adhijani di Banjarmasin, Ahad.
 Menurut dia, Idham adalah tokoh asal Kalsel yang jarang ada duanya, baik itu perjuangan, karir maupun kiprahnya di tingkat nasional, seperti tidak pernah surut oleh waktu.
 Walaupun tokoh asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut lama terbaring sakit dan seakan-akan tidak dihiraukan lagi, namun peranannya dalam membesarkan organisasi NU dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak diragukan lagi.
 “Peranan Idham di organiasi maupun bagi negara cukup besar, dia tidak tergantikan,” katanya.
 Menurut dia, bukan hanya NU, Muhammadiyah juga ikut merasa sangat kehilangan dengan wafatnya tokoh kharismatik yang memiliki andil besar terhadap perjuangan bangsa Indonesia pada saat itu.
 Dengan demikian, kata dia, seluruh warga Muhammadiyah ikut berduka dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas wafatnya putra terbaik Kalsel kendati selama sisa hidupnya dihabiskan di Jakarta.
 Sebagai bentuk duka cita yang mendalam kata dia, pihaknya mengumumkan hal tersebut di seluruh masjid Muhammadiyah sekaligus melaksanakan salat ghaib agar arwah beliau mendapatkan tempat yang layak.
 Menurut Adhijani, berbeda dengan tokoh nasional Kalsel lainnya yang namanya cepat menghilang, Idham Chalid justru selalu dikenal sepanjang masa.
 “Banyak warga Kalsel yang dikenal sebagai tokoh nasional, namun hanya sebentar terkenal kemudian tenggelam lagi, sehingga sampai saat ini belum ada yang menggantikan ketokohan Idham Chalid yang dikenal sepanjang masa,” katanya.
 Idham Chalid adalah tokoh agama, tokoh bangsa, dan tokoh organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama dan juga deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
 Doktor Kiai Haji Idham Chalid, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 1956-1984 dan Ketua DPR/MPR 1972-1977 akan dimakamkan di Pesantren Darul Quran Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 Sebelumnya diberitakan, Saiful Hadi, putera mantan Wakil Perdana Menteri II pada era Soekarno itu meminta maaf atas segala kesalahan ayahandanya semasa hidup dan bertugas.
 “Kami mohon doa dan maaf atas wafatnya ayahanda,” kata Saiful, Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara.  Masyumi KH Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan. Ia  adalah anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Tengah, sekitar 200 km dari Banjarmasin.
 Ketika NU masih bergabung dengan Masyumi (1950), ia menjadi ketua umum Partai Bulan Bintang Kalimantan Selatan. Sementara itu, ia juga menjadi anggota DPR RIS  (1949-1950). Dua tahun kemudian, Idham terpilih menjadi ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (1952-1956). Kemudian, ia dipilih menjadi orang nomor satu NU pada 1956. Bahkan, Idham merupakan orang terlama yang menjadi Ketua Umum PBNU.
 Tahun 1984, posisi Idham di PBNU digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang ditandai dengan fase kembalinya NU ke Khittah 1926 dalam muktamar di Situbondo Jawa Timur. [ant/cha/hidayatullah.com] foto: detik

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

AMAPP Lampung Desak Pemerintah Cabut Izin Media Porno

AMAPP Lampung Desak Pemerintah Cabut Izin Media Porno

Janjinya Pekan Lalu, Kemendagri Baru Publikasikan 3.143 Perda Pekan Ini

Janjinya Pekan Lalu, Kemendagri Baru Publikasikan 3.143 Perda Pekan Ini

satgas covid-19

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Pembenahan Penanganan Virus Corona

Tokoh Lintas Agama: Pemerintah Segera Perbaiki Kinerja

Tokoh Lintas Agama: Pemerintah Segera Perbaiki Kinerja

Komnas HAM: Penyediaan Rusun Korban Penggusuran Manipulatif

Komnas HAM: Penyediaan Rusun Korban Penggusuran Manipulatif

Baca Juga

Berita Lainnya