Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pluralisme Agama, Ancaman Baru Para Dai Pedalaman

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PP. Muhammadiyah Fakhrurrozi Reno Sutan mengatakan, sejumlah dai MTDK Muhammadiyah yang berada di kawasan terpencil dan minoritas, menghadapi ancaman paham pluralism agama.

Ancaman yang dinilai baru itu, menurutnya, tidak kalah bahaya ketimbang kristensisasi. Demikian hasil pertemuan “Temu Da’i Terpencil Tingkat Nasional” di masjid Ikhlas Selasa (6/7) siang tadi.

Lebih jelas, dia mengatakan, bahaya pluralisme bersifat lembut dan tidak sefrontal pemurtadan. Jika pemurtadan mengajak umat Islam masuk ke agama lain secara terang-terangan, maka  pluralisme menganggap bahwa tidak ada agama yang paling benar, termasuk Islam.

“Kita tidak setuju dengan pluralisme agama yang dibangun dengan pondasi liberalisme,” ujarnya pada hidayatullah.com usai penutupan acara.

Fakhrurrozi mengatakan, rata-rata ancaman pluralisme yang dihadapi dai berada di daerah yang jumlah muslimnya sedikit. Daerah tersebut misalnya, Bali, NTT, Papua, dan Sumatera Utara.

Ancaman pluralisme tidak saja berasal dari perorangan, tapi juga pemerintah. Pemerintah sengaja menggunakan kekuatan politis. Hal itu sangat mungkin bisa dilakukan karena jumlah umat Islam yang sedikit.

Karena itu, untuk membekali para dai-nya, MTDK memberi pelatihan bahaya pluralisme. Dalam kesempatan itu, MTDK membagikan buku “Istikamah Membendung Kristenisasi dan Liberalisasi,” serta sejumlah buku ke-Muhammadiyahan lainnya secara gratis yang berisi tentang bahaya pluralisme dan liberalisme.

MTDK sendiri kini memiliki 35 dai di daerah terpencil, dari Irian Jaya hingga Sumatera. Setiap bulannya mereka diberi uang subsidi sekitar Rp. 500 ribu. Untuk kebutuhan lainnya, setiap dai diharapkan bisa mandiri. Bahkan, diharapkan bisa memberdayakan masyarakat sekitar dalam berbagai hal, terutama ekonomi. [ans/www.hidayatullah.com]  

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Bupati Bangka Tengah Galakkan Progam Gerakan Maghrib Mengaji

Bupati Bangka Tengah Galakkan Progam Gerakan Maghrib Mengaji

Teori Tindakan Bahasa: Ahok Percaya “Negativitas Al-Maidah:51”

Teori Tindakan Bahasa: Ahok Percaya “Negativitas Al-Maidah:51”

Baitul Mal Aceh Latih Pengelola LKMS

Baitul Mal Aceh Latih Pengelola LKMS

Wapres: Almarhum Saefullah Sosok yang Shaleh dan Pekerja Keras

Wapres: Almarhum Saefullah Sosok yang Shaleh dan Pekerja Keras

RUU JPH Tidak Ganggu Perekonomian Bangsa

RUU JPH Tidak Ganggu Perekonomian Bangsa

Baca Juga

Berita Lainnya