Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Haedar dan Yunahar Menerima Terpilihnya Din Syamsuddin

Bagikan:

Hidayatullah.com–Din Syamsuddin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015. Dengan demikian, Din mengalahkan dua kandidat lainnya; Yunahar Ilyas dan Haedar Nashir. Dua nama tersebut, sebelumnya digadang-gadang bakal  menggantikan posisi Din Syamsuddin. Bagaimana respon keduanya? 

“Ya, saya terima hasil tersebut,” jelas Yunahar Ilyas.

Ketika diwawancarai hidayatullah.com, usai sidang pleno pengumuman Ketum Muhammadiyah terpilih di Sportorium Universitas Muhammadiyah Jogjakarta Rabu siang (7/7), tak nampak guratan kekecewaan sedikit pun di wajahnya. Bahkan, Yun lebih banyak tersenyum sambil sesekali menerima jabatan tangan dari sejumlah peserta sidang.      

Yun juga menampik adanya tarik ulur kepentingan dalam pemilihan tersebut. “Pemilihan berjalan lancar, aman dan penuh persaudaraan,” ujarnya. Hasil pemilihan tersebut sudah sesuai dengan tata tertib (tatib) pemilihannya.

Kendati begitu, Yun mengaku  memiliki beberapa catatan untuk Ketum terpilih. Dan, catatan tersebut untuk kebaikan Muhammadiyah ke depan. “Nanti kita akan bicarakan lebih lanjut,” jelasnya. 

Seperti diketahui, dalam sidang tanwir Muhammadiyah beberapa hari lalu Yun mendapat suara terbanyak kedua di bawah Haedar. Sedang Din Syamsuddin sendiri hanya berada di urutan ketiga di bawahnya.

Bagaimana dengan Haedar Nashir? Haedar, sapaan akrabnya, ketika itu sedang sibuk diwawancarai sejumlah wartawan. Tidak seperti Yunahar, rona wajah Haedar nampak biasa saja. Tak ada senyum, meski mau menanggapi sejumlah pertanyaan wartawan. “Itu kan sistem di Muhammadiyah. Jadi kita terima hasilnya,” jawab Haedar, ketika ditanya hidayatullah.com, apakah legowo dengan terpilihnya Din Syamsuddin.

Awalnya, bisa jadi, harapan Haedar untuk menempati posisi paling atas di persyarikatan yang didirikan KH. Ahmad Dahlan itu memang ada. Pasalnya, jika dibanding Din Syamsuddin di sidang tanwir lalu, dia mendapat suara paling tinggi. Tapi, harapan itu kandas dalam proses pemilihan yang dilakukan tim formatur yang terdiri dari 13 orang, termasuk dirinya.

Tapi, Haedar menampik jika dalam proses yang dilakukan ke-13 orang itu ada suasana tarik ulur kepentingan. “Ke-13 orang yang melakukan proses pemilihan itu tidak memiliki niat untuk terpilih sebagai ketua. Kita ikhlas,” ujar Haedar diplomatis. [ans/www.hidayatullah.com]

Foto: Abdus Syakur/hidaytullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Ajak Umat Islam Kembangkan Masyarakat Berilmu

Presiden Ajak Umat Islam Kembangkan Masyarakat Berilmu

MUI: Perayaan Asyuro dengan Menyiksa Diri Tidak Dibenarkan

MUI: Perayaan Asyuro dengan Menyiksa Diri Tidak Dibenarkan

Kivlan Zen: Saya Difitnah, Saya Difitnah

Kivlan Zen: Saya Difitnah, Saya Difitnah

BNN: 33 Orang Meregang Nyawa Tiap Hari Akibat Penggunaan Narkoba

BNN: 33 Orang Meregang Nyawa Tiap Hari Akibat Penggunaan Narkoba

Keterlaluan, Ada Anak Dipaksa Oral Seks Saat BAP

Keterlaluan, Ada Anak Dipaksa Oral Seks Saat BAP

Baca Juga

Berita Lainnya