Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Harus “Marfu’”, Bukan “Majrur”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ada istilah menarik yang dibuat Din Syamsuddin saat sidang pleno Senin (5/7) tadi malam. Istilah tersebut sengaja dibuatnya untuk mendorong persyarikatan Muhammadiyah agar tetap maju. Gambaran tersebut dalam bentuk tanda ‘irab di bidang ilmu nahwu, yaitu tanda marfu’ (dhommah).

Istilah tersebut Din kutip dari kalimat “Kun marfu’an, walaa takun majruran” atau jadilah marfu’ dan jangan jadi majrur (kasrah).

Lebih jelas, Din katakan, tanda marfu’ identik dengan tinggi dan prestasi. Hal itu ditandai dengan tanda rafa’ (wa’alamatu raf’ihi dhommah) yang artinya gerak ke atas.

Beda halnya dengan tanda kasrah. Tanda ini, ujar Din, identik dengan kemunduran dan perpecahan. Makanya, jika ingin Muhammadiyah menjadi organisasi yang maju, maka jangan sampai “La takun majururan”, tapi harus selalu “Kun marfu’an”. Sebab,  tanda marfu’ identik dengan tinggi dan prestasi. [ans/www.hidayatullah.com]   

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Haedar “Liberal”, Din Progresif, Yun Hijau

Haedar “Liberal”, Din Progresif, Yun Hijau

Dubes Australia: Teror di Selandia Baru Bertentangan dengan Agama

Dubes Australia: Teror di Selandia Baru Bertentangan dengan Agama

Indonesia – Iran Jalin Kerja Sama di Bidang Anak

Indonesia – Iran Jalin Kerja Sama di Bidang Anak

Cholil Ridwan: Aktor Intelektual Di Balik Tragedi Tolikara Harus Diseret Ke Pengadilan

Cholil Ridwan: Aktor Intelektual Di Balik Tragedi Tolikara Harus Diseret Ke Pengadilan

Kerugian Akibat Kekerasan Seksual Menyimpang, Tiap Anak Setara USD 180 Ribu

Kerugian Akibat Kekerasan Seksual Menyimpang, Tiap Anak Setara USD 180 Ribu

Baca Juga

Berita Lainnya