Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Inklusif, dalam Konteks Sosial

Bagikan:

Hidayatullah.com–Banyak buku tentang Muhammadiyah, tapi jarang ada buku yang memuat dokumen tersembuyi Muhammadiyah pada masa lalu. Padahal, dalam perjalanan Muhammadiyah, ada sejumlah dokumen Muhammadiyah yang belum terbukukan dan belum diketahui oleh banyak orang Muhammadiyah.

Hal ini disampaikan Dr. Abdul Munir Mulkan saat menjadi pembicara dalam bedah buku “Meneropong 1 Abad Muhammadiyah” di Media Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (5/7) siang tadi.

Selain Munir Mulkan,  turut hadir sebagai nara sumber lain, Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Dalam buku tersebut,  

Munir Mulkan mengatakan, Muhammadiyah adalah organisasi inklusif,  dengan dibuktikan  adanya (AD/ART) yang menyatakan bahwa anggota Muhammadiyah terdiri dari tiga anggota. Diantaranya, anggota biasa, anggota kehormatan, dan anggota donatur.

Menurut Mulkan,  anggota kehormatan bisa terdiri dari non muslim yang memiliki kontribusi nyata pada Muhammadiyah. Dan, menurutnya, anggota itu punya hak ikut kongres Muhammadiyah. Sedang untuk donatur, menurut Mulkan adalah penyumbang Muhammadiyah. Itulah kenapa Muhammadiyah menurut Mulkan dikatakan sebagai organisasi yang inklusif.

Namun,  Wakil Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Dr. Syamsul Hidayat. M.A mengatakan, apa yang dikatakan Munir hanya distorsi atau  penyimpangan informasi saja.

Menurutnya, dalam (AD/ART) Muhammadiyah memang ada tiga jenis anggota, yakni anggota biasa, anggota istimewa dan anggota kehormatan.

Namun  untuk semua jenis anggota tersebut, syaratnya haruslah tetap beragama Islam.

“Setiap anggota, syaratnya haruslah Islam,” ujarnya. Tidak ada yang non muslim.

Karena itu, Syamsul mengatakan, benar bahwa Muhammadiyah inklusif, tapi dalam konteks sosial. Dulu, menurutnya, ada orang Belanda yang bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah. Meski demikian, tak bisa dipungkiri jika Muhammadiyah juga tetap ekslusive.

Dalam perbincangan itu, ada hal menarik yang diceritakan Mulkan terkait penerbitan buku tersebut. Mulkan mengatakan, mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa buku Islam diterbitkan di peneribit Kompas. [ans/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Panci Teflon pun Disertifikasi Halal, Kenapa?

Panci Teflon pun Disertifikasi Halal, Kenapa?

Wagub Sulsel Buka Silatnas MIUMI ke-V

Wagub Sulsel Buka Silatnas MIUMI ke-V

Dewan Dakwah Ingatkan Maraknya Perkembangan Waria di Aceh

Dewan Dakwah Ingatkan Maraknya Perkembangan Waria di Aceh

Wapres JK: Ada Perbedaan dalam Pemaknaan Pancasila

Wapres JK: Ada Perbedaan dalam Pemaknaan Pancasila

Haram! Apapun Alasannya Ikut Memeriahkan Acara Tahun Baru

Haram! Apapun Alasannya Ikut Memeriahkan Acara Tahun Baru

Baca Juga

Berita Lainnya