Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah akan Tetap Kritis Pada Pemerintah

Bagikan:

 Hidayatullah.com–Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin mengatakan, selama ini telah terjalin hubungan baik antara perserikatan Muhammadiyah dengan pemerintah. Relasi tersebut, menurut Din sangat kuat karena Muhammadiyah sendiri usianya lebih tua dari pemerintah. Jadi, imbuhnya, tidak hanya Muhammadiyah yang butuh pemerintah, tapi juga pemerintah yang butuh Muhammadiyah.
Lebih lanjut, Din mengatakan, meski memiliki dimensi ruang dan waktu yang berbeda, tapi antara pemerintah dan Muhammadiyah memiliki dimensi rohani yang sama.
 “Muhammadiyah memiliki visi adil, makmur, berdaulat dan bermartabat, dan itu sama dengan pemerintah,” ujar Din saat memberi sambutan pembukaan Muktamar seabad Muhammadiyah ke-46 di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta (3/7) pagi tadi.
 Tidak hadirnya Presiden Susilo Bambang Yudono (SBY) yang hanya membuka muktamar hanya melalui  teleconfere dari Madinatul Munawwarah sempat menimbulkan banyak dugaan, bahwa relasi Muhammadiyah dengan pemerintah sedang buruk.
 Namun, di awal pidatonya Din menampik hal itu. Ia mengatakan,  dirinya tetap penuh khusnuzhon bahwa SBY tetap punya hubungan batin dengan Muhammadiyah, ujar Din. 
 Lebih jauh, Din mengatakan, Muhammadiyah melihat banyak masalah yang sedang dihadapi bangsa. Dan, menurutnya, masalah yang paling mendasar adalah buta aksara moral. Buta aksara moral tersebut, lanjut Din, bisa lebih berbahaya ketimbang buta aksara tulis dan arab. Apalagi, menurutnya, yang terjangkiti masalah tersebut banyak dari para elit negara. Itu tersebutki dari banyaknya kasus korupsi, makelar kasus, makelar peradilan dan yang lainnya.
 Din mengakui, pengentasan masalah tersebut tidak bisa sendirian. “Pemerintah butuh Muhammadiyah, dan Muhammadiyah siap untuk membantu,” tutur Din. Din pun kembali menegaskan posisi Muhammadiyah dengan pemerintah. Menurutnya, jika pemerintah benar, maka Muhammadiyah siap berdiri di garda terdepan.
 Namun, sebaliknya, jika pemerintah salah, maka Muhammadiyah akan kritis. Hal itu diistilahkan Din dengan loyal kritis. Muhammadiyah tetap kritis pada pemerintah, tapi loyalitas kuat. Seperti ungkapan bijak, sahabat sejati adalah yang mengkritik ketika salah, bukan memuji  penuh basa-basi.
 “Jika pemerintah menjalankan kebijakan tidak sesuai dengan UU atau amanat rakyat Muhammadiyah tidak akan segan-segan akan memberikan kritikan pedas,” katanya. Meski demikian, Din mengatakan, antara Muhammadiyah dan pemerintah adalah dua hubungan saling membutuhkan. “Karena itu Muhammadiyah tidak kenal lelah berkiprah, siapapun  pemerintah Indonesia. Kalau Muhammadiyah ibarat Matahari dan Negara adalah Bumi,  bumi diciptakan karena ada Matahari dan Matarahi diciptakan untuk menyinari Bumi” terangnya. [ans/hidayatullah.com]     
 foto detik

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Tutup Usia di Sulawesi, Suami Khofifah Dimakamkan di Surabaya

Tutup Usia di Sulawesi, Suami Khofifah Dimakamkan di Surabaya

MUI: Mensos Tak Peka Aspirasi Umat Islam

MUI: Mensos Tak Peka Aspirasi Umat Islam

Siswa Muslim Sidoarjo Buat Cairan Pencuci Tangan ‘Anti-Corona’

Siswa Muslim Sidoarjo Buat Cairan Pencuci Tangan ‘Anti-Corona’

Gara-Gara Nama Batal ke Amerika, Padahal Robotnya Juara

Gara-Gara Nama Batal ke Amerika, Padahal Robotnya Juara

ISG Akhirnya Dipindah ke Palembang

ISG Akhirnya Dipindah ke Palembang

Baca Juga

Berita Lainnya