Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jumlah Penduduk Indonesia Bertambah

Bagikan:


Hidayatullah.com–Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memprediksi, hasil Sensus 2010 akan  mencapai 238 juta jiwa lebih. Artinya, terjadi kelebihan jumlah penduduk sekitar tiga  juta jiwa lebih dari perkiraan  pemerintah di tahun ini, yaitu sebesar 235 juta jiwa.

Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso mengatakan, sejak program Keluarga Berencana (KB) digulirkan pada 1970-an,  ahli kependudukan telah mengkalkulasi jumlah penduduk Indonesia pada 2010 berada di bawah kisaran angka 235 juta jiwa.

Jumlah 235 juta ini juga  sempat dilontarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Rapat Kerja Pembahasan Asumsi Makro Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN 2010 dengan Komisi XI DPR-RI. Hasil Sensus terakhir pada tahun 2000 mencatat, jumlah penduduk Indonesia  mencapai 205 juta orang.

”Saya yakin jumlah penduduk Indonesia pada 2010 mencapai 238 juta, atau meleset 3 juta lebih banyak dari target,” ujar Sudibyo dalam acara lomba memancing memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-17 di Sentul, Bogor.

Dengan hasil jumlah penduduk yang berada jauh di luar prediksi pemerintah, BKKBN, kata Sudibyo, menyarankan pada pemerintah untuk mengkaji ulang sejumlah kebijakan di bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, kesejahteraan keluarga, lapangan kerja, dan lain-lain.

”Kelebihan penduduk 3 juta itu besar, sama dengan jumlah penduduk di Singapura,” imbuhnya.

Pada bidang ketahanan pangan misalnya, Sudibyo  mencontohkan, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49 persen, maka setiap tahun ada pertambahan sekitar 3 juta jiwa lebih. Dengan asumsi minimal setiap jiwa membutuhkan 100 kg  per tahun, maka rata-rata dibutuhkan sediaan tambahan pangan lebih kurang 300 ribu ton.

Agar target laju pertumbuhan penduduk sebanyak 1,1 persen pada 2015, Sudibyo menyatakan pemerintah dan masyarakat harus kerja keras. Pemerintah sendiri sesuai dengan instruksi Presiden RI telah bertekad melakukan revitalisasi program KB yang meliputi intensitas pelayanan dan promosi program KB secara nasional dan penguatan kelembagaan KB di daerah. Presiden juga telah menugaskan BKKBN untuk merevitalisasi 23.500 klinik KB milik pemerintah dan swasta. [pos/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Hadiri Bukber Atase Saudi, 500-an Napi Dihimbau Tobat

Hadiri Bukber Atase Saudi, 500-an Napi Dihimbau Tobat

Pakar: Media Massa Banyak Terjebak dalam Budaya Pop

Pakar: Media Massa Banyak Terjebak dalam Budaya Pop

FOZ Bedah UU Ciptaker Bareng Ahli Hukum, Pemerhati Pendidikan, dan Peneliti, Simak Pemaparannya!

FOZ Bedah UU Ciptaker Bareng Ahli Hukum, Pemerhati Pendidikan, dan Peneliti, Simak Pemaparannya!

MUI Papua Dorong Penegakan Hukum untuk Ciptakan Keadilan

MUI Papua Dorong Penegakan Hukum untuk Ciptakan Keadilan

Baznas-Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Hilang Banjir Papua

Baznas-Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Hilang Banjir Papua

Baca Juga

Berita Lainnya