Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Berpotensi Jadi Penghubung Negara Islam-Barat

Bagikan:

Hidayatullah.com–Indonesia mempunyai potensi besar dalam memainkan fungsi penghubung antara negara-negara Islam dan Barat, terutama karena pertimbangan sebagai negara demokrasi yang berhasil dan damai dengan mayoritas penduduk muslim, kata seorang diplomat asing.

Indonesia bisa memainkan potensi fungsi penghubung dengan beberapa negara tertentu sehingga bisa membantu memperbaiki hubungan dan saling pengertian antara pihak-pihak atau budaya tertentu, kata Duta Besar Belanda untuk Indonesia Nikolaos van Dam di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (25/6).

Pada temu wicara Islam dalam Perspektif Negeri Belanda, Timur Tengah, dan Indonesia di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM, ia mengatakan, selain Indonesia yang mempunyai potensi itu, Turki oleh beberapa pengamat juga dinilai bisa mengisi fungsi penghubung antara dunia Eropa dan Islam, dengan melihat geografisnya.

Banyak orang Barat atau Eropa belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapatkan kesan tentang Islam dan muslim hanya melalui media massa atau melalui hubungan langsung dengan berbagai macam kelompok pendatang muslim yang tinggal di negeri mereka, paparnya seperti dilansir Antara.

Selain itu, katanya, pandangan Islam di kalangan masyarakat di Eropa atau Barat pada umumnya saat ini lebih sering dibentuk oleh peristiwa yang terjadi di dekat rumah atau tetangga, dibanding dengan perkembangan negara-negara muslim yang jauh.

Akibatnya, kesan terhadap Islam lebih mengarah pada sisi negatif dibanding positif, kata Nikolaos yang bertugas di Indonesia sejak 2005.

Ia mengatakan, jumlah keseluruhan populasi muslim di Belanda lebih kurang satu juta jiwa, atau sekitar enam persen dari total jumlah penduduk. Islam adalah yang kedua dan tercepat perkembangannya di Belanda.

Muslim di Belanda, menurut dia, juga menikmati hak-hak dasar untuk kebebasan berbicara, agama, pendidikan, dan berorganisasi, sebagaimana termaktub dalam konstitusi.

Saat ini di Belanda tercatat ada 453 masjid, 43 sekolah dasar swasta, dua sekolah menengah swasta, dan dua universitas Islam di Rotterdam dan Schiedam, katanya.

Sementara itu Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Amin Abdullah mengatakan, Islam bisa menjadi penghubung strategis antarnegara, dan kaum minoritas dengan mayoritas.

Dalam konteks itu yang dibutuhkan adalah adanya politik integrasi dan politik partisipasi. Untuk muslim di luar negeri yang cenderung menjadi minoritas perlu melakukan semacam kreasi budaya atau terobosan budaya agar keberadaannya benar-benar bisa diakui dan bersahabat dengan kaum mayoritas atau kelompok lain, katanya. [ant/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

UNHCR Diingatkan, Masalah Rohingya Belum Tuntas dengan Penampungan

UNHCR Diingatkan, Masalah Rohingya Belum Tuntas dengan Penampungan

Tolak Ahli Agama Dinilai Kerugian Besar Bagi Ahok

Tolak Ahli Agama Dinilai Kerugian Besar Bagi Ahok

Pesta Miras Dua Galon Picu Bentrokan di Bali, 1 Tewas

Pesta Miras Dua Galon Picu Bentrokan di Bali, 1 Tewas

PP Jaminan Produk Halal Terbit, Begini Harapan BPJPH Terkait UU Ciptaker

PP Jaminan Produk Halal Terbit, Begini Harapan BPJPH Terkait UU Ciptaker

Ketua NU Jember Minta Pergub Pelarangan Syiah di Jatim

Ketua NU Jember Minta Pergub Pelarangan Syiah di Jatim

Baca Juga

Berita Lainnya