Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Beda Sikap Menag dan MUI Soal Vaksin

Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, jemaah calon haji diimbau bersedia diberi vaksin meningitis, karena pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh calon haji sudah harus memperoleh vaksin tersebut sebelum bertolak ke tanah suci.

Pernyataan ini disampaikan Menag usai acara penerimaan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 yang diserahkan langsung dari Direktur PT. Mutu Agung Lestari, Arifin Lambaga kepada  Suryadharma Ali di Jakarta, Kamis (24/6) sore.

Ketika ditanya, bagaimana jika ada jemaah calon haji menolak? Menurut Menag, hal itu menjadi resiko yang bersangkutan. Pasalnya, bisa saja pemerintah setempat menolak karena calon haji belum mendapat vaksin meningitis.

Kebijakan ini dikatakannya karena sampai sekarang belum ditemukannya vaksin pengganti.

“Solusinya ya bikin yang baru. Tetapi bikin yang baru itu tidak mudah. Perlu ada penelitian, segala macam uji coba. Jadi tidak semudah yang dibayangkan. Jadi kalau ada alternatif kemudian yang haram itu dipakai, salah kita,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tetap memperbolehkan penggunaan vaksin meningitis dalam konteks kondisi darurat. “Tapi kalau tidak ada alternatif, menurut saya itu darurat. Jadi tetap dipake,” ujarnya.

Mengenai alternatif, Suryadharma masih belum bisa memastikan hal itu. “Jadi itu kan harus ada rekomendasi Menkes juga. Kalau ada produk-produk baru harus ada rekomendasi Menkes, apakah vaksin itu layak dipake atau tidak,” paparnya.

Sebelumnya, MUI mengatakan, pihaknya telah menerima keterangan resmi dari Departemen Kesehatan yang mempertegas bahwa vaksin tersebut mengandung babi yang oleh MUI vaksin ini dinyatakan haram.

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat, Muhidin Junandi pernah mengatakan, bulan Juli nanti Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia dikabarkan akan mengeluarkan fatwa status hukum penggunaan vaksin Meningitis bagi calon haji Indonesia.  

Muhidin menyebutkan, fatwa tersebut untuk memastikan apakah vaksin boleh diberlakukan lagi atau tidak, sementara hingga kini Komisi Fatwa MUI bersama peneliti negara Islam belum menemukan vaksin pengganti meningitis. [pim/cha/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Yusuf Mansur: Baca Qur’an Malu di Keramaian, Tapi Tak Malu Gunakan Atribut Natal

Yusuf Mansur: Baca Qur’an Malu di Keramaian, Tapi Tak Malu Gunakan Atribut Natal

IPNU Kembali ke Basis Pelajar

IPNU Kembali ke Basis Pelajar

Yusuf Mansur Lebih Suka Tidak Masuk ‘200 Muballigh Rekomendasi Kemenag’

Yusuf Mansur Lebih Suka Tidak Masuk ‘200 Muballigh Rekomendasi Kemenag’

Jawa Barat Luncurkan Pembangunan Masjid di Gaza Senilai RP 20 M

Jawa Barat Luncurkan Pembangunan Masjid di Gaza Senilai RP 20 M

YLBHI Catat 202 Kasus Pelanggaran Dilakukan Polisi di Tahun 2019-2021

YLBHI Catat 202 Kasus Pelanggaran Dilakukan Polisi di Tahun 2019-2021

Baca Juga

Berita Lainnya