Senin, 20 September 2021 / 12 Safar 1443 H

Nasional

MER-C: Pelarangan Israel Takkan Surutkan Relawan ke Gaza

Bagikan:

Hidayatullah.Com– Pelarangan Israel tidak akan menyurutkan langkah tim kemanusiaan untuk masuk Palestina. Pernyataan ini disampaikan dr.Joserizal Jurnalis, Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee).

Karena itu, menurut Jose, dalam waktu dekat, MER-C akan berupaya menyiapkan kembali satu kapal penumpang untuk mendukung misi kemanusiaan internasional di Jalur Gaza. MER-C Indonesia akan terus mengirimkan bantuan ke Palestina meski pemerintah Israel terus melarang.

“Ya, kita akan kirim tim lagi. Insya Allah, bisa berangkat pada Agustus ini,” katanya usai peresmian dua gedung SD bantuan MER-C di Kampung Pilih, Kenagarian Kudu Ganting, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (22/6) siang.

MER-C Indonesia adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis yang beranggotakan sejumlah dokter muda di tanah air. Organisasi ini sudah melakukan berbagai upaya penanganan medis terhadap korban perang maupun bencana alam di berbagai negara, terutama Timur Tengah.

Bulan lalu, tim kemanusiaan MER-C bersama ratusan tim kemanusiaan dari negara lain nyaris menjadi korban saat kapal Mavi Marmara yang membawa bantuan untuk rakyat Palestina, ditembaki tentara Zionis Israel di zona laut internasional. Atas insiden tersebut, sejumlah relawan tewas dan mengalami luka-luka.

MER-C sendiri, kata Joserizal, akan melakukan langkah-langkah hukum dengan bantuan advokasi dari Tim Pengacara Muslim (TPM). Selain itu, MER-C akan terus berpartisipasi melakukan kampanye bersama dengan lembaga dan warga dunia lainnya untuk membuka blokade Gaza.

“MER-C juga akan kembali berupaya menempuh berbagai cara untuk bisa masuk ke Gaza, baik via darat maupun laut guna memulai program Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” kata Joserizal, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima padangmedia.com.

Ia menjelaskan, ada dua misi MER-C dalam isu Gaza, yakni kampanye pembukaan blokade pelayaran dan mengadukan Israel ke Komisi HAM PBB di Jenewa, serta mendesak pemerintah Republik Indonesia mengadukan Israel ke Mahkamah Kejahatan Antarbangsa di Brussel.

“Misi kedua atau yang utama adalah mendirikan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza yang telah lama dirintis bersama antara masyarakat dan pemerintah Indonesia,” katanya.

Misi membangun RS Indonesia di Gaza itu berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan asal Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir tahun 2008 hingga awal 2009. (pmc/dodi/hidayatullah.com)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Menag: RUU Pesantren Harus Dilihat dari Semua Perspektif

Menag: RUU Pesantren Harus Dilihat dari Semua Perspektif

JMMI dan FSLDK ITS Gelar Gerakan Seribu Hijab

JMMI dan FSLDK ITS Gelar Gerakan Seribu Hijab

Inilah 8 Dampak Negatif Akibat Terbitnya SE “Hate Speech”

Inilah 8 Dampak Negatif Akibat Terbitnya SE “Hate Speech”

MUI Imbau Masyarakat Tidak Stigmakan Syariat Terkait Ruyati

MUI Imbau Masyarakat Tidak Stigmakan Syariat Terkait Ruyati

Pangkat anumerta nanggala 402

MUI Ajak Beri Beasiswa Putri-Putri Awak KRI Nanggala 402 yang Gugur

Baca Juga

Berita Lainnya