Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Tokoh Kristen Bekasi Bantah Ada Kristenisasi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi dari komunitas Kristen Protestan, Jonathan O. Marthen, menampik jika kerukunan umat beragama antara Islam-Kristen di Bekasi renggang karena ulah pihak Kristen yang kerap melakukan upaya kristenisasi di Bekasi.

Menurut Jonathan, pernyataan adanya gerakan kristenisasi di Bekasi tersebut belum memiliki data yang akurat. Walaupun acap mengawasi masalah-masalah keagamaan secara langsung di lapangan, belum ada hal-hal yang merupakan aktivitas pemurtadan di lapangan.

“Selama ini kami menjaga sekali akidah antarumat beragama agar tidak terjadi gap, chaos di lapangan. Selama ini memang tidak pernah terjadi chaos di lapangan,” kata Jonathan kepada Hidayatullah.com.

Toh, lanjut dia, meskipun ada sentilan-sentilan yang datang karena kondisi di lapangan, Jonathan menanggapi masalah yang timbul dengan langsung turun ke lapangan untuk klarifikasi dan agar masalahnya tidak melebar.

Menyikapi acara karnaval di depan Masjid Al Barkah yang ditengarai sebagai aksi provokasi dan kristenisasi yang terjadi belum lama ini, menurut Jonathan, kegiatan itu cuma dihadiri guru-guru dan anak-anak sekolah-sekolah swasta dan pemerintah. Mereka diajak door to door melawan bahaya narkoba.

“Ini masalah politik saya kira, sehingga harus diusut sesuai dengan prosedur hukum yang ada,” katanya.

Namun setelah ditanyakan kenapa di acara karnaval itu ada sebagian peserta yang mengenakan atribut gereja, Jonathan menilai itu tidak dibenarkan.

“Kalau kristenisasi, tidak terlalu full itu. Adanya pembabtisan ataukah membawa simbol-simbol gereja di tengah-tengah masyarakat, itu saya larang. Tidak boleh. Karena itu menyalahi kehidupan kerukunan umat,” jelas pria yang juga pengurus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bekasi ini.

Apakah ini memang sebagai upaya menjalankan perintah Alkitab Matius (10): 16 ; licik seperti ular, tulus seperti merpati? Menanggapi pertanyaan tersebut, Jonathan memaparkan bahwa firman Tuhan memang mengatakan begitu. Jadi, jelas dia, hendaklah engkau cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Artinya, tetap merpati itu berpegang pada merpati. Merpati adalah suatu burung yang tulus.

“Sedangkan kalau kita dalam bahasa yang lain, itulah yang belum saya klarifikasi karena itu memang firman Allah yang memang meng-Allah-kan orang kristen supaya di mana pun dia berada, dia pandai membawa diri,” tegasnya. [ain/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Ismail Yusanto: Ini Kriminalisasi Ajaran Islam!

Ismail Yusanto: Ini Kriminalisasi Ajaran Islam!

Ormas Islam Sumbar Dukung Usulan Pembubaran Densus 88

Ormas Islam Sumbar Dukung Usulan Pembubaran Densus 88

‘Rakyat Indonesia Dukung Perubahan Menuju Indonesia Adil Makmur’

‘Rakyat Indonesia Dukung Perubahan Menuju Indonesia Adil Makmur’

MUI Kota Bogor Minta Presiden Tak Lindungi Ahok Atas Kasus Penistaan Agama

MUI Kota Bogor Minta Presiden Tak Lindungi Ahok Atas Kasus Penistaan Agama

IMS Buka Posko Kesehatan Korban Banjir di Kampung Pulo

IMS Buka Posko Kesehatan Korban Banjir di Kampung Pulo

Baca Juga

Berita Lainnya