Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Perlunya Debat Terbatas Sunni dengan Syiah di MUI

Bagikan:

Hidayatullah.com– Koordinator aksi penolakan acara Silaturahmi Nasional Ahlul Bait Indonesia V, Ustadz Farid Ahmad Okbah menyatakan, debat antara Ahlussunnah dan Syi’ah agar dilakukan secara terbatas, tidak diadakan terbuka di depan umum. Farid menginginkan debat dilakukan di Majelis Ulama Indonesia.

Karena, kata Farid, pembahasan tentang hakikat ajaran Syi’ah – yang dalam acara Silatnas disebut Ahlul Bait – memerlukan rujukan kitab-kitab induk yang ajaran Syi’ah yang asli.

“Dalam kitab-kitab asli rujukan mereka itulah terdapat ajaran mereka yang sesungguhnya. Ada mengkafirkan para sahabat Rasulullah, hujatan terhadap istri-istri Rasulullah, juga tentang perbedaan rukun Islam dan rukun Iman antara Sunni dan Syi’ah,” kata Farid dalam keterangannya kepada pers, di sela-sela acara Silatnas 2/4, kemarin.

Menanggapi ajakan debat terbatas, Ketua Panitia Silatnas Ahlul Bait, Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya siap dan bersedia. “Kami masyarakat Syi’ah di Indonesia dengan senang hati bersedia kalau debatnya betul-betul netral,” kata Ahmad kepada www.hidayatullah.com, Sabtu, 3/4, siang tadi.

Ahmad mengatakan, menjadikan MUI sebagai penengah acara debat cukup representatif. Asalkan, kata Ahmad, MUI diwakili oleh orang-orang yang punya sikap terbuka seperti Umar Shihab atau Din Syamsudin. Pihak lain yang representatif, kata Ahmad, adalah Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, dan Prof. Quraish Shihab. [sur/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

KUII VII Akan Dihadiri 700 Peserta, Dibuka Presiden, Ditutup Wapres

KUII VII Akan Dihadiri 700 Peserta, Dibuka Presiden, Ditutup Wapres

90 Tahun Rabithah Alawiyah Diapresiasi Perannya

90 Tahun Rabithah Alawiyah Diapresiasi Perannya

Hanya Dapat 2 Persen, PSI Akui Kekalahan di Pemilu 2019

Hanya Dapat 2 Persen, PSI Akui Kekalahan di Pemilu 2019

Sore Ini Sidang Itsbat, Hari Raya Diperkirakan Sama

Sore Ini Sidang Itsbat, Hari Raya Diperkirakan Sama

Indonesia Dinilai Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

Indonesia Dinilai Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya