Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Guru Meditasi Anand Krishna Akhirnya Tersangka

Bagikan:

Hidayatullah.com–Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan tokoh meditasi  Anand Krishna sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya. Anand diperiksa dalam status barunya mulai Selasa (30/3) hari ini.

Peningkatan status Anand Krishna ini disampaikan Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya Kompol Murnila kepada wartawan, Senin  (29/3).    

”Anand Krishna statusnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” jelasnya, seperti dilansir Antara.

Menurut Murnila, Anand diperiksa dalam status barunya itu pada Selasa. ”Menetapkan tersangka tidak harus menunggu bukti yang kuat,” ujarnya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Idham Azis juga membenarkan rencana pemanggilan Anand Krishna itu meski enggan menjawab pertanyaan status guru spiritual itu.

Sementara itu pengacara Anand, Darwin Aritonang mengatakan bahwa tim kuasa hukum berusaha mendiskusikan perubahan status kliennya itu.

Anand dilaporkan oleh salah satu muridnya, Tara Pradiptha Laksmi (19), atas tuduhan pelecehan seksual. Anand mengaku sakit hati atas segala tuduhan itu dan mempertimbangkan untuk melaporkan balik para pelapor ke polisi.

Sebelumnya, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah-Indonesia, pada 1 September 1956 menampik melakukan hal keji tersebut. Ia mengaku, tidak pernah sekalipun melakukan pengobatan atau meditasi hanya dengan satu orang, melainkan secara berkelompok. [ant/www.hidayatullah.com]

FOTO:KOMPAS.COM/DHONI SETIAWAN

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Ormas Islam Garut Sepakat Junjung Tinggi Kalimat Tauhid

Ormas Islam Garut Sepakat Junjung Tinggi Kalimat Tauhid

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin Desak Polisi Buka Motif Penyerangan Terhadap Syeikh Ali Jaber

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin Desak Polisi Buka Motif Penyerangan Terhadap Syeikh Ali Jaber

Anggota MUI DKI Usulkan Definisi Radikalisme Ditentukan Negara

Anggota MUI DKI Usulkan Definisi Radikalisme Ditentukan Negara

“Daripada Valentin Mending Pengantin, daripada Coklat Mending Akad”

“Daripada Valentin Mending Pengantin, daripada Coklat Mending Akad”

Din: Muhammadiyah tak Berpihak pada Satu Capres

Din: Muhammadiyah tak Berpihak pada Satu Capres

Baca Juga

Berita Lainnya