Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

AS Harus Didesak Kembalikan Hambali ke Indonesia

Bagikan:

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif “Center for Indonesia Reform” (CIR), Sapto Waluyo mengajak masyarakat dan lembaga hak asasi manusia (HAM) di Indonesia bisa mengajukan petisi kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) agar mengembalikan Hambali ke Indonesia.

“Isinya (petisi, red) mendesak pemerintah AS segera mengembalikan Hambali ke Indonesia agar dapat diperiksa dalam peradilan terbuka. Dari situlah akar masalah terorisme di Indonesia bisa diurai,” katanya disampaikan ke hidayatullah.com.

Petisi tersebut, lanjut dia, bisa diserahkan saat kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Sapto dalam diskusi politik CIR yang menghadirkan Direktur Eksekutif “Centre for Strategic and International Studies” (CSIS) Dr Rizal Sukma dan Dr Riefqi Muna, M.Def.Stud, dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di markas dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Jadi, mengembalikan Hambali ke Indonesia bisa mengurai akar masalah terorisme di Indonesia secara terbuka,” kata alumni Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) yang menamatkan S-2 dengan kajian terorisme di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS) yang berada di lingkungan kampus Nanyang Technological University (NTU) Singapura itu.

Dalam kesempatan itu,   Rizal Sukma dari CSIS menyatakan bahwa janji Obama untuk melakukan rekonsiliasi dengan dunia Islam memang harus ditagih dan diuji seperti pidato yang disampaikannya di Kairo, Mesir dulu.

“Ketika Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden berkunjung ke Jerusalem, ternyata Israel mengumumkan pembangunan permukiman baru Yahudi, bagaimana sikap Obama?” katanya.

Sedangkan Riefqi Muna dari LIPI menegaskan bahwa memerangi terorisme tetap harus memperhatikan HAM. “Seorang teroris, apalagi baru tersangka, tak bisa dieksekusi tanpa peradilan. Itu `Syracuse Principle` yang berlaku di seluruh dunia,” katanya.

CIR adalah lembaga kajian strategi dan kebijakan, serta rujukan informasi untuk masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, sains-teknologi, hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang didirikan pada 30 November 2001. [cha/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Kemlu RI: Putra Mahkota Saudi Tunda Kunjungan ke Indonesia

Kemlu RI: Putra Mahkota Saudi Tunda Kunjungan ke Indonesia

ICMI dan GBN Jabar Gelar Diskusi Politik dan Kebangkitan Umat Islam

ICMI dan GBN Jabar Gelar Diskusi Politik dan Kebangkitan Umat Islam

Ormas Islam Garut Sepakat Junjung Tinggi Kalimat Tauhid

Ormas Islam Garut Sepakat Junjung Tinggi Kalimat Tauhid

Waspada! Tren Trafficking Terus Meningkat

Waspada! Tren Trafficking Terus Meningkat

Pakar: Penangkapan Jurnalis Bertentangan dengan Hukum dan HAM

Pakar: Penangkapan Jurnalis Bertentangan dengan Hukum dan HAM

Baca Juga

Berita Lainnya