Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Pasar Menarik Jual Narkoba

Bagikan:

¬†Hidayatullah.com–Menteri Keuangan Sri Mulyani menganggap Indonesia menjadi pasar yang menarik untuk menjual Narkotika. Harga penjualan yang menggiurkan, membuat pelaku tergiur untuk memasakannya di Negara Indonesia, Kamis (11/3).
¬†Ketatnya penjagaan di Indonesia, membuat Narkotika menjadi langka. “Penawaran yang kecil, membuat harga barang tersebut (Narkotika) menjadi mahal dan menggiurkan para pelaku,”kata Menteri Keuangan.

Indonesia asalnya hanya menjadi tempat singgah saja barang haram tersebut, tapi karena harganya yang menggiurkan sekarang berubah. “Indonesia bukan lagi menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku. Alasannya harga barang tersebut yang mahal,”jelas Sri Mulyani.

Daya tarik tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima pemerintah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap meningkatnya jumlah Narkotika yang masuk ke Indonesia.

“Makin rapihnya pengawasan terhadap barang tersebut, suplaynya pun menjadi turun dan harganya menjadi naik, sehingga menimbulkan daya tarik dan Indonesia menjadi tujuan akhir pelaku untuk mengedarkannya sehingga pemerintah pun harus menanggung konsekuensinya,” papar Sri Mulyani. [ttm/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Umat Islam Didorong Tingkatkan Industri Pangan Halal-Thayyib

Umat Islam Didorong Tingkatkan Industri Pangan Halal-Thayyib

Dua Alasan ini, Polisi Tuding ISIS Pelaku Teror Sarinah

Dua Alasan ini, Polisi Tuding ISIS Pelaku Teror Sarinah

PBNU Menilai Ahok Terbukti Menistakan Agama

PBNU Menilai Ahok Terbukti Menistakan Agama

Tak Merasa Dirugikan Bantu GNPF, Perhimpunan Donatur Dirikan Aliansi Muhsinin Bela Ulama

Tak Merasa Dirugikan Bantu GNPF, Perhimpunan Donatur Dirikan Aliansi Muhsinin Bela Ulama

KPAI Nilai Kurikulum Darurat Masa Pandemi yang Dikeluarkan Kemendikbud Dinilai Kurang Tegas

KPAI Nilai Kurikulum Darurat Masa Pandemi yang Dikeluarkan Kemendikbud Dinilai Kurang Tegas

Baca Juga

Berita Lainnya