Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sekolah Berkarakter “Kristus” Internasional Dibuka di Kemang Village

Bagikan:

Hidayatullah.com—Untuk menghadirkan pendidikan dan mencetak manusia yang berkualitas, Sabtu (7/11)  Sekolah Pelita Harapan (SPH) bertaraf Internasional kembali memperlebar sayapnya dengan membuka Sekolah Pelita Harapan (SPH) baru di Jakarta.

Sekolah Pelita Harapan akan dibuka di Kemang Village pada Agustus 2010 mendatang, mengaku diperuntukkan bagi warga Jakarta dan keluarga ekspatriat, sekaligus juga merefleksikan model SPH Lippo Village yang memiliki standar kualitas yang tinggi.

Seperti halnya SPH lainnya di Lippo Village, Sentul City, Lippo Cikarang, dan Pluit, SPH Kemang Village juga mendasarkan pada pendidikan Kristen yang akan membantu para siswa untuk menentukan tujuan hidup yang jelas dan meletakkan panduan untuk karakter dan etika yang baik.

Brian Cox selaku Koordinator seluruh SPH Internasional pada acara launching sekolah baru tersebut mengatakan dengan jelas bahwa pendidikan harus berfokus pada pencarian akan kebenaran dan keinginan untuk menerapkan kebenaran tersebut dalam setiap aspek kehidupan.

 “Sekolah memiliki peranan besar dalam perkembangan karakter, sikap dan pola pikir generasi muda,” ujar Brian.

Sekolah baru tersebut nantinya akan didirikan di area seluas 17.000 m2 dengan investasi yang tak tanggung-tanggung sebesar US$ 50.000.000 untuk pembagunan gedung dan perlengkapan sekolah, termasuk ruangan kelas serta fasilitas penunjang pendidikan lainnya yang dibutuhkan untuk pendidikan berkualitas tinggi abad 21.

Dengan tekad untuk menghasilkan pemimpin dengan sudut pandang Alkitabiah yang akan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, SPH Kemang Village memiliki visi untuk menghasilkan pemimpin yang memiliki kebenaran yang sejati, iman dalam Kristus, dan memiliki karakter Kristus, dengan misi mencetak pemimpin yang melayani dengan sudut pandang Alkitab sesuai dengan Ke-Kristenan. Juga memberikan pendidikan berkualitas dan mencetak pemimpin yang memiliki integritas dan memiliki jiwa melayani serta tidak egois.

Di setiap tingkatnya para siswa juga akan dilibatkan dalam program sosial nyata. Para siswa dapat menerapkan secara langsung kepedulian serta sikap melayani kepada sesama dan lingkungan di sekelilingnya.

Ditargetkan sekolah tersebut akan mampu menampung sebanyak 1.200 siswa dari tingkat K1-K3 (TK) sampai kelas 12 (3 SMU). Dan pada permulaannya diharapkan dapat merekrut 300-400 siswa TK sampai grade 9 (3 SMP) pada bulan Agustus mendatang.

Dengan porsi siswa asing 30-35 persen dan 80 persen guru yang direkrut secara internasional, merupakan cerminan keinginan untuk menjadikan sekolah ini berstandar Internasional yang berkualitas tinggi.

Dave Michel, selaku Kepala Sekolah yang baru mengatakan, akan terus menggunakan International Baccalaureate Diploma di kelas 11 dan 12, karena diyakini bahwa program tersebut adalah program pra-universitas dengan kualitas yang terbaik yang diterapkan di seluruh dunia. Kurikulum yang akan diterapkan menggunakan kurikulum Cambridge, baik di tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah.

Bukan hanya kualitas pendidikan serta sarana prasarana pendukung berkualitas yang ditawarkan oleh sekolah ini, tetapi masalah keselamatan (safety) juga menjadi perhatian, yang mana sekolah menjanjikan konstruksi bangunan gedung sekolah menggunakan standar sangat tinggi dan standar ketahanan terhadap gempa. [chtp/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Akses ke Bandara Macet, Aksi Simpatik Pendukung HRS Bantu Angkat Barang Calon Penumpang

Akses ke Bandara Macet, Aksi Simpatik Pendukung HRS Bantu Angkat Barang Calon Penumpang

Satu Jam, Safari Gerakan Infaq Bisa Menghimpun 800 Juta

Satu Jam, Safari Gerakan Infaq Bisa Menghimpun 800 Juta

Komnas HAM: 2019 Tahun Suram Penegakan HAM

Komnas HAM: 2019 Tahun Suram Penegakan HAM

Pendidikan di Indonesia Masih Menimbulkan Keresahan

Pendidikan di Indonesia Masih Menimbulkan Keresahan

SBY Terima Gelar “Ksatria Salib Agung”, Dinilai Tak Ada Makan Siang Gratis!

SBY Terima Gelar “Ksatria Salib Agung”, Dinilai Tak Ada Makan Siang Gratis!

Baca Juga

Berita Lainnya