Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Harus Memiliki Fakultas Kebudayaan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebagai organisasi kemasyarakatan, Muhammadiyah telah menunjukkan keseriusannya menggarap aspek pendidikan dan bidang sosial. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya lembaga pendidikan, panti asuhan, dan berbagai balai kesehatan yang dimilikinya di berbagai daerah di Indonesia.

“Namun dalam aspek budaya, Muhammadiyah belum maksimal menggarapnya,” demikian pernyataan Ketua Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah Chairul Umam di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut ia, aspek kebudayaan sangat penting diperhatikan Muhammadiyah. Melalui kebudayaan, dakwah yang dilakukan Muhammadiyah akan mudah diterima masyarakat Indonesia.

Dalam pengamatan sutradara senior ini, sebenarnya tidak hanya Muhammadiyah, tapi juga ormas Islam secara umum kurang memperhatikan aspek kebudayaan. Ini bisa dilihat dari tidak adanya respon dari ormas Islam terhadap berbagai klaim kepemilikan budaya dan kesenian Indonesia oleh negara tetangga.

Chaerul Umam menegaskan, agenda Muhammadiyah untuk memperhatikan kebudayaan, termasuk juga bidang kesenian semakin mendesak. Mengingat saat ini berbagai jenis kesenian telah masuk ke ruangan-ruangan pribadi masyarakat muslim.

“Muhammadiyah harus bisa meramu bentuk kesenian yang layak ditonton masyarakat muslim,” katanya. Untuk itu sutradara Ketika Cinta Bertasbih (KCB) ini mengusulkan agar Fakultas Kebudayaan dibuka di berbagai Perguran Tinggi Muhammadiyah (PTM).

“Saat ini belum ada. Alhamdulillah usulan tersebut sudah diterima. Bagaimana teknisnya hal itu terserah PTM masing-masing,“ ujarnya.

Menurut Chaerul, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang pertama kali menerimanya. Melalui pembukaan Fakultas Kebudayaan ini, dia berharap seniman dan budayawan agar lahir.

Saat ini, Chairul mengakui, keberadaan seni dan budaya dalam struktur kepengurusan Muhammadiyah hanya setingkat lembaga pembantu pimpinan yang tidak memiliki struktur sampai ke tingkat ranting. Karena setiap daerah memiliki perbedaan budaya dan kesenian. [pel/cha/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Dubes Saudi: Hasil Investigasi Musibah Mina akan Diumumkan Transparan

Dubes Saudi: Hasil Investigasi Musibah Mina akan Diumumkan Transparan

Kasus Korban Sembako Monas, Polisi Akan Menyidiki secara Profesional

Kasus Korban Sembako Monas, Polisi Akan Menyidiki secara Profesional

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Buzzer adalah Musuh Besar Pers

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Buzzer adalah Musuh Besar Pers

FPI Tetap Menolak Kedatangan Obama

FPI Tetap Menolak Kedatangan Obama

Rakernas MUI Bahas Kasus Syiah Jember

Rakernas MUI Bahas Kasus Syiah Jember

Baca Juga

Berita Lainnya