Rabu, 26 Januari 2022 / 22 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

MUI Kritik Tiga Sinetron yang Menodai Ramadhan

Bagikan:

Hidayatullah.com–“Siaran yang dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dianggap tidak pantas disiarkan dan dinilai menodai masa bulan Ramadhan. Ketiga sinetron tersebut, yakni Tangisan Isabela pukul 18.00-19.00, Jiran yang

ditayangkan pukul 19.00-20.00, dan sinetron Inayah pada pukul 20.00-21.00.

“Ketiga tayangan tersebut disiarkan sehabis Magrib. Ketiganya penuh adegan kekerasan dan kata-kata kasar, pelecehan perempuan, dan melecehkan nilai agama,” ujar Kepala Bagian
Informasi MUI Said Baduari dalam jumpa pers bersama Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Gedung MUI Menteng, Jakarta, Kamis (3/8).

Penilaian MUI, menurut Said, tiga sinetron tersebut pantas diberi catatan khusus. Pada sinetron Jiran, MUI memberikan kritik, karena sinetron yang diproduseri Ram Soraya ini menonjolkan adegan kekerasan secara
vulgar.

Dia menyontohkan, kekerasan terhadap Jiran oleh kerabat Sultan dalam upaya menyakiti Jiran dan menggugurkan kandungan. “Sinetron Jiran, minim unsur pendidikan dan hanya membangkitkan sentimen anti-Malaysia,”
kata Said.

Sinetron Jiran, tutur dia, juga merendahkan dan melecehkan martabat perempuan. Pasalnya, dalam sinetron tersebut terdapat adegan jual beli perempuan kepada orang lain, tanpa kritik
berarti.

“Jiran juga penuh ucapan kasar, makian, dan bentakan. Seperti ucapan Sultan yang akan membunuh Mak Cik Noor bila menghalangi keinginan Sultan,” ujar Said.

Kekerasan

Kritik MUI, dikatakan Said, juga mengena pada sinetron Tangisan Isabela. Sinetron produksi Soraya Intercine Film ini dianggap menonjolkan kekerasan dan kata-kata kasar secara vulgar.

“Misalnya adu jotos dan adu mulut antara Imran dan Faris, hingga Imran menodongkan pistol ke pelipis Faris. Berhamburan kata-kata kasar dan makian di antara keduanya,” katanya.

Tangisan Isabela, ucap dia, merendahkan dan melecehkan martabat perempuan, termasuk juga adegan menyakiti, menculik, menyandera hingga mengikat Isabela di tempat tidur. Pada adegan
tersebut, orang-orang di sekitar membiarkan dan tidak ada tindakan atau ucapan yang mengoreksi tindakan tersebut.

“Kalimat yang diucapkan Faris, Imran, dan keluarga kesultanan penuh ucapan kasar dan selalu dengan nada kebencian dan kelicikan,” kata Said.

Sinetron ketiga yang dikritik MUI adalah Inayah. Said mengatakan, sebelum bulan Ramadhan, MUI telah melayangkan kritik pada sinetron tersebut.[sk/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Kaum Buruh Bekasi Sesalkan Jokowi Bersahabat Dengan Sofyan Wanandi

Kaum Buruh Bekasi Sesalkan Jokowi Bersahabat Dengan Sofyan Wanandi

ICMI Desak Pemerintah Berperan Aktif Atasi Krisis Dunia Islam Saat ini

ICMI Desak Pemerintah Berperan Aktif Atasi Krisis Dunia Islam Saat ini

Hasyim Muzadi: Sudah Semestinya Ulama Jaga Moral Bangsa

Hasyim Muzadi: Sudah Semestinya Ulama Jaga Moral Bangsa

Puluhan Ribu Umat Islam Aksi Turun Jalan Tuntut Sukmawati Diadili

Puluhan Ribu Umat Islam Aksi Turun Jalan Tuntut Sukmawati Diadili

Aliran Sesat Muncul Dipicu Kebebasan Berpendapat

Aliran Sesat Muncul Dipicu Kebebasan Berpendapat

Baca Juga

Berita Lainnya