Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Pakar: Labelisasi Aparat Atas Kasus Terorisme Mulai Pojokkan Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kecurigaan pihak kepolisian kepada orang yang memiliki ciri-ciri tertentu (stereotyping), dalam bentuk labeling (pemberian cap) kepada kelompok atau seseorang dalam kasus terorisme, dinilai sudah mulai memojokkan kaum Muslim.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Dr. Ahmad Jainuri, dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya kepada www.hidayatullah.com.

Pernyataan Jainuri ini disampaikan, menanggapi mulai munculnya sikap beberapa aparat yang mengaitkan urusan jenggot, sorban, dan celana gantung yang digunakan oleh sebagian kaum Muslim, dengan tindakan terorisme.

Menurut Ahmad Jainuri, mengaitkan ciri-ciri fisik atau simbol-simbol yang digunakan umat Islam tersebut sangat tidak berdasar.

“Orang yang memiliki ciri-ciri seperti itu, tidak bisa dijadikan dasar penangkapan. Sebab, label seperti ini banyak dimiliki orang,” kata lulusan McGill University ini. Aparat harus menjunjung asas praduga tak bersalah, bukan berpedoman ciri-ciri fisik seseorang.

“Apalagi, dalam negara yang menjunjung tinggi hukum, harus ada praduga tak bersalah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut Ahmad Jainuri, yang paling fatal adalah efek psikologis atas segala labelisasi yang dinilai sangat memojokkan umat Islam itu.

Oleh karena itu, pria yang juga berstatus sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini mengimbau, agar tidak terjadi reaksi keras dari umat Islam, maka pihak kepolisian harus mengklarifikasi hal tersebut. Sebab, dengan adanya labelisasi itu, akan muncul sikap umat Islam menjadi korban dan merasa terus dipojokkan. Dan akhirnya terjadi reaksi balik atau hal-hal yang tak diinginkan.

“Sudah, jangan diteruskan labelisasi itu. Hal itu hanya membuat luka masyarakat dan akan mengundang reaksi keras dari masyarakat,” katanya.

Untuk itu, ia meminta tokoh Islam agar tidak diam saja, harus mengklarifikasi. “Labelisasi itu harus diklarifikasi, tokoh Islam jangan diam saja,” pungkasnya. “Sebab, hal itu bisa mencegah aparat agar tidak salah tangkap,” imbuhnya. [ans/www.hidayatullah.com]    

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Aneksasi ‘Israel’ Bentuk Penjajahan yang Sangat Nyata Abad 21

MUI: Aneksasi ‘Israel’ Bentuk Penjajahan yang Sangat Nyata Abad 21

GUIB Jatim Minta Prostitusi Tutup Selama Ramadhan

GUIB Jatim Minta Prostitusi Tutup Selama Ramadhan

Miss World 2013 Tetap Diselenggarakan di Bali

Miss World 2013 Tetap Diselenggarakan di Bali

Akun Twitter Din Syamsuddin Diretas

Akun Twitter Din Syamsuddin Diretas

Jika Aturan Berubah, Ahok Akan Kembali Legalkan Minuman Keras

Jika Aturan Berubah, Ahok Akan Kembali Legalkan Minuman Keras

Baca Juga

Berita Lainnya