Jum'at, 3 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Pemerintah Bentuk Tim Paspor Hijau Haji

Bagikan:

Tim terdiri dari Departemen Agama (Ditjen Umrah dan Haji) dan Departemen Kehakiman dan HAM (Ditjen Imigrasi)

Hidayatullah.com–Tim ini nanti akan mengkaji pelaksanaan pembuatan paspor hijau (international) untuk jemaah haji Indonesia tahun ini.

“Tujuan tim ini untuk menyelaraskan dengan aturan yang ada sehingga tidak ada yang dilanggar,” kata Drs. H. Abdul Ghofur Djawahir, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Umrah dan Haji Departemen Agama RI.

Seperti diketahui, sejak Selasa, 30 Juni lalu, sudah diputuskan Departemen Agama dan DPR tentang penggunaan paspor hijau seperti yang diminta Pemerintah Arab Saudi. Pihak Departemen Agama telah beberapa kali mengajukan surat dispensasi kepada pemerintrah Arab Saudi untuk menggunakan paspor coklat khusus haji tahun ini. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan DPR dan Pemerintah pada 3 Juni lalu, akhirnya diputuskan mempergunakan paspor hijau.

 “Kita akan mengindahkan ketentuan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Sebagai tamu yang baik, kita harus patuh,” kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni kepada Antara, Rabu petang.

Menurut Menteri Agama, Indonesia sudah berupaya mendapatkan dispensasi dan menjelaskan kepada Arab Saudi mengenai kesulitan jemaah haji Indonesia menggunakan paspor hijau, mengingat Undang-Undang. Tapi, bagaimanapun juga, keputusan Arab Saudi itu harus dihormati.

Kini, DPR meminta agar Presiden RI segera mengadakan rapat konsultasi dengan DPR untuk pembuatan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) terkait paspor international, karena sesuai dengan UU Keimigrasian dan UU Haji tahun 2008 mengharuskan jemaah haji mempergunakan paspor haji yang selama ini berwarna coklat yang dibuat oleh Departemen Agama.

Karena itu, dalam pembicaraan dengan pihak imigrasi, Departemen Agama berharap agar dibuat langkah-langkah terobosan karena musim haji sudah relatif dekat. Pihak Departemen Agama meminta pihak imigrasi lagsung mengambil data yang ada pada Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) Departemen Agama.

“Masalahnya akan menyulitkan jemaah jika harus mengisi formulir lagi,” kata Ghofur. Juga, Depag mengimbau agar foto jemaah yang sudah ada di Departemen Agama bisa dimanfaatkan untuk paspor tersebut.

Paspor international itu biayanya cukup tinggi, yaitu Rp 275.000. Namun, untuk itu Departemen Agama menyanggupi membiayainya dan tidak dibebankan kepada jemaah haji. ”Sekitar Rp 60 Miliar kami sediakan untuk itu,” kata Ghofur.

Dana itu diambil dari dana efisiensi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji). Sementara biaya paspor haji yang dibuat Departemen Agama hanya Rp 5.000. “Tarip paspor international ini sudah jadi ketentuan Departemen Keuangan,” kata Ghofur.

Menurut Ghofur, pihak imigrasi siap membuat paspor untuk 207.00 jemaah haji tahun ini. ”Pihak imigrasi masih memiliki stok 330.000 paspor dengan 48 halaman,” kata Ghofur.

Bagi jemaah yang telah memiliki paspor tak perlu lagi membuat paspor. ”Dalam UU dilarang satu orang memiliki dua paspor.”

Memang, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, SH, pernah mengusulkan agar untuk haji dibuatkan paspor khusus dengan isi 12 halaman yang bisa berlaku sekali pakai, seperti paspor haji lalu. Tapi, tak mungkin dilakukan sekarang karena paspor 48 halaman merupakan paspor dengan standar international sehingga memerlukan koordinasi baru dengan negara-negara lain. [ihj/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pakar: Gugatan Pasal Kesusilaan Ekspresi Kemerdekaan

Pakar: Gugatan Pasal Kesusilaan Ekspresi Kemerdekaan

Untuk Indonesia, CSIL Merasa Perlu Mendorong Desain ‘Kepemimpinan Nubuwwah’

Untuk Indonesia, CSIL Merasa Perlu Mendorong Desain ‘Kepemimpinan Nubuwwah’

Seruan Gubernur Anies Baswedan Tak Merokok di Gedung Mendapat Sambutan Publik

Seruan Gubernur Anies Baswedan Tak Merokok di Gedung Mendapat Sambutan Publik

pembatalan haji

PKS Ingatkan Menag Yaqut Tak Picu Polemik dan Fokus Penanganan Pandemi

PKS membantu bencana

Ketua Fraksi PKS: Pemerintah Seharusnya Mengapresiasi Rohis Bukan Mencurigai

Baca Juga

Berita Lainnya