Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1 September 2008

Bagikan:

ImageHidayatullah.com–Pimpinan Pusat Muhammadiyah sesuai hisab hakiki wujudul hilal, menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1429 H bertepatan dengan hari senin, tanggal 1 September 2008 melalui Maklumat  Nomor : 04/MLM/I.0/E/2008 tertanggal 26 Juli 2008. Maklumat yang juga menyebutkan penetapan  Hari Raya Idul Fitri dan awal bulan Dhulhijjah tersebut disertai juga Tausiyah menyambut datangnya bulan Ramadhan. Demikian pengumuman resmi Muhammadiyah sebagaimana dimuat dalam situs website nya.

Menurut lampiran Maklumat yang merupakan perhitungan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ijtima’ menjelang Ramadhan 1429 H terjadi pada hari ahad legi, 31 Agustus 2008 pukul 02:59:48 WIB. Tinggi Hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta plus 5 derajat, 27 menit, 57 detik, hilal sudah wujud, dan diseluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal diatas ufuk.

Adapun Idul Fitri 1429 H ditetapkan jatuh pada hari Rabu Pahing 1 Oktober 2008 M. Sedangkan tanggal 1 Dzulhijjah 1429 H jatuh pada hari Sabtu Legi 29 November 2008 M, sehingga Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1429 H) jatuh pada hari Ahad Wage 7 Desember 2008 M, dan Hari Raya ’Idul Adha (10 Dzulhijjah 1429 H) jatuh pada hari Senin Kliwon 8 Desember 2008 M.  

Sebelum Muhammadiyah, dalam surat bernomor 1428/ JJ-C.3/ PP/2008 itu, Persis menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan Dewan Hisbah dan Rukyat Persis, maka Persis memutuskan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada hari Senin tanggal 1 September 2008 M. Hal ini karena ijtimak akhir Sya'ban 1429 H terjadi pada  hari Ahad tanggal 31 Agustus 2008 pukul 03.00'04'' WIB dan ketinggian Hilal waktu maghrib di Pelabuhan Ratu : 5°.9'.45'' sementara di Jayapura 3°36'18''.

Sementara I'dul Fitri, 1 Syawal 1429 H jatuh pada hari Rabu tanggal 1 Oktober 2008 M. Karena  ijtimak akhir Ramadhan 1429 H terjadi pada hari Senin tanggal 29 September 2008 pukul 15.14'.31'' WIB dan ketinggian Hilal waktu maghrib di Pelabuhan Ratu: -1°27' sementara di Jayapura : -3°18'20''

Menyatukan Kalender

Belum lama ini, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menyerukan kepada seluruh umat Islam yang terwakili dalam organisasi kemasyaratan Islam untuk mempunyai semangat dan sikap bersama dalam penentuan awal Ramadan, awal Idul Fitri (1 Syawal), dan awal Idul Adha.

Menurut Basyuni, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, perbedaan di antara umat Islam dalam menentukan awal dan akhir Ramadan, misalnya, dapat menimbulkan perselisihan kecil tapi mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Ya, perbedaan stadar penentuan kalender Islam, khususnya penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal sangat menghantui kita dan mengganggu ketenteraman di masyarakat,” kata Basyuni seusai membuka acara Halaqoh Internasional Alim Ulama dan Orientasi Hisab Rukyah di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (2/8). [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Ingatkan Penyelenggara Pemilu Bersikap Independen

MUI Ingatkan Penyelenggara Pemilu Bersikap Independen

GNPF Ulama: Ormas Islam Tidak Anti-Pancasila

GNPF Ulama: Ormas Islam Tidak Anti-Pancasila

Diteror “Jangan Urus Orang Lain Kalau Mau Selamat”, AM Fatwa Tidak Takut

Diteror “Jangan Urus Orang Lain Kalau Mau Selamat”, AM Fatwa Tidak Takut

Ide Relativisme Agama dan LGBT Ada di Komunitas Underground Sejak Lama

Ide Relativisme Agama dan LGBT Ada di Komunitas Underground Sejak Lama

Politik Rente Dinilai Rawan Menghasilkan Politik Dinasti

Politik Rente Dinilai Rawan Menghasilkan Politik Dinasti

Baca Juga

Berita Lainnya