Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

KPI Peringatkan Extravaganza Trans TV

Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta Trans TV memperbaiki tayangan Extravaganza, karena selain melanggar Undang-Undang Penyiaran, penyajiannya juga tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan.

"Surat teguran yang disampaikan hari ini merupakan yang terakhir. Jika tidak memperbaiki (tayangan) maka KPI akan meminta tayangan itu dihentikan," kata anggota KPI Pusat, Yazirwan Uyun, di Kantor KPI, di Jakarta, Senin (7/7) kemarin.

Ia menjelaskan,  Extravaganza tayang Sabtu dan Senin pukul 19.00-21.00 WIB mengandung muatan vulgar, "menyiratkan seks, dengan melecehkan perempuan, sehingga tidak pantas ditampilkan pada jam tayang petang, saat anak-anak masih banyak menonton televisi," ujarnya.

Selain Extravaganza, maka tiga tayangan lain yang dianggap bermasalah sehingga mendapat teguran KPI adalah 'Ngelenong Nyok' (Trans TV), 'One Piece' (Global TV), dan 'Suami-suami Takut Istri' (Trans TV).

"Trans TV sudah mendapat teguran dua kali, karena tidak ada perubahan baik jam tayang maupun penyajiannya. Apabila tetap tidak mengindahkan surat teguran, maka masalah ini akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti," kata Yazirwan.

Jenis tayangan yang dipantau KPI meliputi sinetron komedi, variety show, dan tayangan anak berjumlah 285 tayangan (episode) dari 92 judul di sembilan stasiun TV yaitu, Indosiar, SCTV, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV dan Trans 7.

Ada pun program-program yang dievaluasi adalah program tayangan pada 1-13 Mei 2008.

Pemantauan program dilakukan oleh 11 analis dari KPI dan ditetapkan berdasarkan evaluasi tim panelis indenpenden yang diketuai oleh Prof Dr Arief Rahman, Wakil Ketua Dedy Nur Hidayat, Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto dan Razaini Taher. [ant/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pondok Modern Gontor: Santri Positif Covid-19 Hanya di Kampus 2

Pondok Modern Gontor: Santri Positif Covid-19 Hanya di Kampus 2

Pakar Hukum Desak Presiden Keluarkan Perpres untuk Jilbab Polwan

Pakar Hukum Desak Presiden Keluarkan Perpres untuk Jilbab Polwan

Puan Maharani Ingin DPR dan MUI Bersinergi

Puan Maharani Ingin DPR dan MUI Bersinergi

Hidayatullah Sebar Dai Mengajar ke Pelosok Nusantara

Hidayatullah Sebar Dai Mengajar ke Pelosok Nusantara

Menag: Rumah Ibadah bisa digunakan sebatas Bukan untuk Kampanye

Menag: Rumah Ibadah bisa digunakan sebatas Bukan untuk Kampanye

Baca Juga

Berita Lainnya