Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal Rokok

Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta mengeluarkan fatwa tentang hukum menghisap rokok.

"Ini adalah zat adiktif, yang menyebabkan banyak penyakit dan menyerap 11 persen penghasilan penduduk miskin, seharusnya MUI mengeluarkan fatwa tentang ini," kata sosiolog dari Universitas Indonesia Imam B Prasodjo dalam diskusi publik mengenai pengendalian dampak penggunaan tembakau di Jakarta, Kamis.

Fuad Baradja, aktor yang belakangan ini aktif melakukan kampanye antirokok, juga mengatakan banyaknya dampak buruk akibat rokok seharusnya sudah bisa menjadi dasar bagi MUI untuk mengeluarkan fatwa tentang hukum menghisap rokok.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Komisi Fatwa MUI Prof.Dr.KH. Ali Mustafa Yakub mengatakan, selama ini pihaknya belum mengeluarkan fatwa tentang rokok karena memang belum ada pengaduan atau permintaan resmi dari masyarakat.

"Karena tanpa itu, tentu kita tidak punya dasar untuk mengeluarkan fatwa," katanya serta menambahkan dia akan menyampaikan masukan dari Imam dan Fuad itu kepada Komisi Fatwa MUI.

Ia menjelaskan pula bahwa masalah dampak buruk rokok juga akan menjadi salah satu tema yang akan dibahas dalam musyawarah Komisi Fatwa yang diadakan setiap dua tahun.

"Hal itu sudah diagendakan untuk dibahas dalam musyawarah Komisi Fatwa yang biasanya dilakukan setiap dua tahun. Tapi kapan musyawarah itu akan dilakukan, saat ini belum ditentukan," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pula bahwa di kalangan umat Islam sendiri, terdapat dua pendapat tentang hukum menghisap rokok.

Sebagian kalangan, katanya, berpendapat menghisap rokok halal hukumnya karena Al-Quran dan Hadis Nabi tidak secara tersurat menyebutkan larangan menghisap rokok. "Tapi ini dibantah oleh banyak ulama," katanya.

Sementara kelompok ulama yang lain, katanya, berpendapat merokok hukumnya makruh dan bahkan haram karena membahayakan kesehatan diri sendiri dan kesehatan orang lain. [ant/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Kuasa Hukum Ahmadiyah Sebut Tadzkirah  Kumpulan Wahyu Mirza Ghulam Ahmad

Kuasa Hukum Ahmadiyah Sebut Tadzkirah Kumpulan Wahyu Mirza Ghulam Ahmad

Jadikan Tahlilan Sebagai Barometer Pancasilais adalah Pemikiran Sempit

Jadikan Tahlilan Sebagai Barometer Pancasilais adalah Pemikiran Sempit

Kivlan Zein Protes Pernyataan Luhut Pandjaitan terkait PKI

Kivlan Zein Protes Pernyataan Luhut Pandjaitan terkait PKI

Presiden Jokowi Dapat ‘King Abdulaziz Medal’ dari Raja Saudi

Presiden Jokowi Dapat ‘King Abdulaziz Medal’ dari Raja Saudi

Gerakan Pramuka Bantu Atasi Kelaparan di 10 Negara Afrika

Gerakan Pramuka Bantu Atasi Kelaparan di 10 Negara Afrika

Baca Juga

Berita Lainnya