Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Polling 4 Media: Jangan Bubarkan FPI!

Bagikan:

ImageHidayatullah.com–Pasca kejadian bentrok antara LPI (Laskar Pembela Islam) dan AKK-BB (Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) di Monas. Media-media masa membuat polling bagi pembaca, isinya, apalagi jika tidak pembubaran FPI (Front pembela Islam). Ajaibnya, hasil polling sampai saat ini (10/6) menunjukkan bahwa mayoritas pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan.

Simak saja hasil polling yang dilakukan Detik.com. “Massa Front Pembela Islam (FPI) menyerbu massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas. Tindakan anarkis FPI sangat disesalkan. Tuntutan agar FPI dibubarkan pun meluas. Setuju kah Anda FPI dibubarkan?” Begitu, Detik.com memberi keterangan, bahwa tindakan FPI anarkis, dan patut disesalkan, serta tuntutan pembubaran FPI meluas. Tapi apa hasilnya? Ternyata 56,01% atau sebanyak 21.221 peserta jajak polling menyatakan tidak setuju pembubaran FPI, yang menginginkan FPI dibubarkan hanya 43.99%, atau sebanyak 16.667 pembaca. Dari total 37888 peserta polling.

Hasil sementara polling juga terlihat dalam situs Liputan6.com. Mayoritas peserta polling menginginkan agar FPI tidak dibubarkan. “Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) cukup panjang. Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI dibubarkan?” Begitu Liputan6.com mengawali. Akan tetapi, apa jawaban pembaca? Ternyata 59% atau 89.126 pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan. Hanya 41%, atau 62.093 pembaca meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain.

Di Republika Online lain lagi. 85,3% peserta menyatakan ketidak setujuannya jika FPI dibubarkan. Sedangkan mereka yang menginginkan pembubaran hanya 12,8%, sisanya 1,8 %menyatakan tidak perduli.

Yang menarik adalah di situs milik Nahdlatul Ulama (NU). Di situs NU Online mayoritas pembaca, menginkan FPI tetap ada. Nah, menariknya, sebesar 59% memilih opsi “Keberadaannya (FPI) dipertahankan untuk menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok liberal”.

Hanya 21% tak menginginkan FPI dengan alasan layak dibubarkan karena merusak citra Islam. Sisanya, 1 %, menyatakan tidak tahu.

Dari hasil ini, maka bisa diketahui bahwa mayoritas para peserta jajak pendapat di 4 media (Detik.com, Liputan6.com, Republika Online dam NU Online) hingga saat ini (10/6), menginginkan agar FPI tidak dibubarkan. “Dibenci tapi dirindu”, itulah FPI! [thoriq/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Politik Pengaruhi Penerapan Sistem Dinar Dirham

Politik Pengaruhi Penerapan Sistem Dinar Dirham

KH Cholil Nafis: MUI Rekomendasi Supaya Dibentuk BPJS Kesehatan Sesuai Syariah

KH Cholil Nafis: MUI Rekomendasi Supaya Dibentuk BPJS Kesehatan Sesuai Syariah

Umat Islam Wajib “Merebut” Otoritas Ilmu

Umat Islam Wajib “Merebut” Otoritas Ilmu

Menag: Penghitungan Hilal Bisa Dipersatukan

Menag: Penghitungan Hilal Bisa Dipersatukan

Ketum DDII Tegaskan Motif Penganiaya Ustadz Harus Diungkap

Ketum DDII Tegaskan Motif Penganiaya Ustadz Harus Diungkap

Baca Juga

Berita Lainnya