Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Nong Darol Membantah adanya “Skenario” Monas

Bagikan:

ImageHidayatullah.com—Akitivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB), Nong Darol Mahmada mengeluarkan sebuah surat bantahan. Bantahan ini disampaikan ke beberapa milis, di antara milis Mediacare dan milis Jurnal Perempuan.  

Dalam penjelasannya, Nong menampik telah menulis surat pengakuan yang isinya skenario peristiwa dalam apel yang diadakan AKKBB di Monas.

“Kaum Islam fundamentalis memang sering memakai cara-cara "machiavelis" dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Termasuk membuat surat bohong,” demikian tuduh Nong.

Sebelumnya, setelah peristiwa Monas terjadi, seseorang yang mengaku bernama Nong Darol Mahmada menulis sebuah surat yang isinya berupa skenario Monas. Surat itu pertama kali ditulis di sebuah situs web www.kaskus.com.

Dalam sebuah postingan berjudul “Mengungkap Dibalik Kejadian Sebenarnya Kekerasan di Monas” tertanggal Rabu, 4 Juni 2008 itu dikirim dengan mengatasnamakan Nong Darol Mahmada, aktivis AKKBB, yang juga pegiat Jaringan Islam Liberal (JIL).

Dalam keterangan itu, pengirim yang bernama Nong, mengungkap skenario di balik aksi AKKBB di Monas.

Si penulis yang menyebut dirinya Nong, mengatakan, aksi yang dilakukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan “kedok” untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Menurut si penulis, setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor.

Lagi-lagi menurut si penulis, aksi ini dilakukan  bekat akses langsung “orang dalam” yaitu Andi  Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng, juru bicara presiden SBY.

Dalam pertemuan ini, kata si penulis, dibahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu

SBY selaku presiden dan kepala pemerintah, dalam pengakuan tulisan itu meminta kalangan JIL mengalihkan Isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain, yakni  isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front  Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah.

Skenario kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di markas JIL di Jalan Utan Kayu, Jakarta. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI “dipancing” keluar dan melakukan  tindakan anarkis dan perusakan. Skenarion akhirnya memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni dalam berjuluk aksi simpatik (damai) di Monas.

Namun Nong membantah tulisan itu. “Saya tidak pernah menulis email seperti ini. email ini jelas-jelas bohong dan fitnah karena banyak yang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan,” ujar Nong yang mantan alumni UIN Jakarta ini.

“Menurut saya email ini bertujuan memecah belah perjuangan dan gerakan yang  sudah kita bangun bersama-sama,” tambah wanita yang telah melepaskan jilbabnya dan kini aktif di Jaringan Islam Liberal (JIL) ini.  [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Qari DKI Jakarta Wakili Indonesia ke MTQ Internasional

Qari DKI Jakarta Wakili Indonesia ke MTQ Internasional

Tenda Festival Perjumpaan Yesus di Sepinggan Ambruk, Pastor Philip Sebut Iblis Marah

Tenda Festival Perjumpaan Yesus di Sepinggan Ambruk, Pastor Philip Sebut Iblis Marah

UBN dan Bupati Sigi Resmikan Huntara “Berkah Bersama”

UBN dan Bupati Sigi Resmikan Huntara “Berkah Bersama”

Indonesia Tak Lepas dari Sejarah Islam

Indonesia Tak Lepas dari Sejarah Islam

Kapuspinmas Kemenag: Tak Ada Calhaj Gagal Berangkat

Kapuspinmas Kemenag: Tak Ada Calhaj Gagal Berangkat

Baca Juga

Berita Lainnya