Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah: “Dhani Dewa Harus Segera Minta Maaf”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Yunahar Ilyas,Ls.,M.A, mengatakan, agar salah satu personel kelompok musik Dewa, Ahmad Dhani, segera meminta maaf kepada umat Islam atas kasus yang dihadapi kelompok itu beberapa waktu lalu. Sebagaimana diketahui, grup band Dewa menghadapi persoalan serius, karena band yang dipimpin Ahmad Dhani itu dianggap melecehkan Islam

"Sebaiknya segera saja melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada publik jika benar itu dilakukan tanpa sengaja. Jadi jangan berusaha bertahan seperti itu, " ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com di Balikpapan.

Dewa menghadapi masalah serius karena dalam album barunya dianggap tersangut masalah penghinaan agama. Ceritanya, pekan lalu, kelompok musik yang cukup digemari anak muda ini manggung di salah satu stasiun televisi swasta Trans TV.

Persoalan adalah penggunaan lambang pada album terbarunya, Laskar Cinta. Penggunaan logo di almbum tersebut adalah lukisan kaligrafi Lafdhul Jalalah (Allah), yang merupakan lafad yang diagungkan.

Yang menjadi masalah serius, grup band yang digawangi Ahmad Dhani (kibor, vokal), Once (vokal), Andra (gitar), Yuke (bas) dan Tyo Nugros (dram) itu adalah saat pertunjukan Eksklusif Dewa di Trans TV, Ahad (10/4) lalu. Lambang (Allah) tersebut justru dijadikan karpet atau alas yang merupakan bagian dekorasi panggung, dan lambang tersebut diinjak-injak para personel Dewa.

Reaksi spontan pun muncul dari seorang pemirsa yang menyaksikan acara yang disiarkan langsung Trans TV tersebut, yakni dari ustadz Wahfiudin yang juga pengisi acara keagamaan di Trans TV. Ia protes dengan langsung menghubungi dan mendatangi Trans TV.

Tak beberapa lama, Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq melayangkan keberatan group Bank anak muda ini. Dewa dianggap melukai umat Islam Indonesia karena dianggap menginjak-injak logo Allah.

Dalam acara itu, Dhani juga menggunakan kalung bergambar "Bintang David" sebagai lambang Yahudi. Simbol ini dianggap melukai perasaan umat Islam Indonesia, karena hingga hari ini, Yahudi-Israel dianggap telah menganiaya warga muslim Palestina.

"Persoalannya, penggunaan logo Allah ini tidak digunakan sebagaimana mustinya, " ungkap A Yusuf Amir, pengacara FPI beberapa hari lalu.

Namun sebagaimana biasa, persoalan ini mendapat pembelaan dari Gus Dur. Bagi Ketua Dewan Syuro PKB ini, masalah penginjak-injakan logo Allah itu hanya masalah kecil. "Habib Rizieq tidak bisa berbicara atas nama umat. Pusing-pusing amat, "tanda Gus Dur seperti dikutip di situs SCTV.

Dhani sendiri mengaku tak melecehkan Islam. Menurutnya, itu berlangsung tak sengaja. Dhani bahkan menyayangkan jika FPI menuduhnya. "Oleh bapak Rizieq ini seolah Dewa menginjak-injak Allah." katanya.

Tapi menurut Yunahar Ilyas, "Sebaiknya siapapun harus memperhatikan perasaan mayoritas umat. Apalagi jika kegiatan mereka sudah di wilayah publik. Dalam wilayah seperti itu, moralitas publik juga harus ditampilkan dan jangan hanya beralasan seni. Sebab mereka bukan sedang latihan." (cha berbagai sumber)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Tahap II, Bantuan Pesantren Rp 1 Triliun di Era Covid Segera Cair

Tahap II, Bantuan Pesantren Rp 1 Triliun di Era Covid Segera Cair

Fraksi PKS Jakarta Usulkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Fraksi PKS Jakarta Usulkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Kafilah Dakwah Hidayatullah Surabaya adakan Reorientasi

Kafilah Dakwah Hidayatullah Surabaya adakan Reorientasi

Ada Gerakan Adu Domba, Intelijen Dinilai Salah Kaprah Awasi Tokoh Nasionalis dan Ulama

Ada Gerakan Adu Domba, Intelijen Dinilai Salah Kaprah Awasi Tokoh Nasionalis dan Ulama

Pemuda Dinilai Lebih Tepat Jika Menikah Dini

Pemuda Dinilai Lebih Tepat Jika Menikah Dini

Baca Juga

Berita Lainnya