Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Mulai Ramadhan 15 Oktober

Bagikan:

Hidayatullah.com–Siaran pers Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah yang ditandatangani Ketua H Syamsul Anwar dan Sekretaris Oman Fathurohman dikutip AntaraJumat, kemarin. Berdasarkan perhitungan hisab PP Muhammadiyah, ijtima` menjelang Ramadhan 1425 H terjadi pada Kamis (14/10) pukul 09.49 WIB. Ketinggian bulan saat terbenam matahari di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia berada pada posisi plus 02,5 derajat di atas ufuk, yang artinya bulan sudah berada di atas ufuk (hilal/bulan baru sudah wujud). Oleh karena itu, 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Jumat, 15 Oktober 2004. Melalui perhitungan hisab tersebut, PP Muhammadiyah juga telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1425 H akan jatuh pada hari Ahad, 14 November 2004. Pada saat itu ijtima` menjelang Syawal 1425 H terjadi pada Jumat, 12 November 2004, pukul 21.28 WIB. Ketinggian bulan saat terbenam matahari pada hari itu di Yogyakarta minus 03,5 derajat dan di seluruh Indonesia bulan masih di bawah ufuk (hilal/bulan baru belum wujud). Karena itu 1 Syawal ditetapkan jatuh pada hari Ahad (14/11). Selain itu, berdasarkan perhitungan hisab pula, Idul Adha 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 21 Januari 2005. Pemerintah melalui Departemen Agama rencananya akan menetapkan awal Ramadhan dalam sidang Istbat pada Kamis (14/10) mulai pukul 17.30 WIB berdasarkan perhitungan hisab dan ru`yah (melihat bulan baru). (Ant)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

[Berita Foto] Setelah Pasar Ikan Rata Digusur Ahok

[Berita Foto] Setelah Pasar Ikan Rata Digusur Ahok

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1435H Hari Ahad, 29 Juni 2014

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1435H Hari Ahad, 29 Juni 2014

Pasca Advokasi Kasus Siyono, Dai Muhammadiyah Didatangi Aparat

Pasca Advokasi Kasus Siyono, Dai Muhammadiyah Didatangi Aparat

Kemenag Terbitkan Larangan Pegawai Dukung Organisasi Terlarang

Kemenag Terbitkan Larangan Pegawai Dukung Organisasi Terlarang

Mahathir: Terorisme Ekonomi Lebih Berbahaya

Mahathir: Terorisme Ekonomi Lebih Berbahaya

Baca Juga

Berita Lainnya