Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

HT Desak Perancis Cabut Larangan Jilbab

Bagikan:

Hidayatullah.com–Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dalam pernyataannya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat menyebutkan, pemerintah Prancis jangan menyamakan kewajiban jilbab dengan simbol-simbol keagamaan lain seperti penggunaan salib besar dan topi bundar Yahudi.

Jilbab bersama kerudung (khimar) bagi wanita muslimah, menurut HTI, bukan sekedar simbol keagamaan, tapi sebuah kewajiban yang mutlak dilaksanakan ketika berada di ruang publik dan juga bukanlah pakaian politik propaganda untuk mengampanyekan identitas semata.

Menurut HTI, pelarangan jilbab bagi muslimah di Prancis sama hakikatnya dengan melarang melaksanakan sholat, puasa, dan kewajiban-kewajiban agama Islam lainnya.

Pelarangan itu sama halnya dengan melarang hak beragama kaum muslimin di Prancis. HTI juga menuntut agar pemerintah Prancis mengambil kebijakan yang tidak memusuhi kaum muslimin atas nama sekularisme.

“Prancis harus ingat terhadap sejarah kaum muslimin yang berjasa membebaskan Raja Francis I dari tangkapan musuhnya pada pertempuran Pavia tahun 1525,” demikian HTI dalam pernyataan yang juga dikirim ke Kedubes Prancis di Jakarta itu. [Ant/gtr]

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Ahmad Sadzali

Bagikan:

Berita Terkait

Pendukung Prabowo: Kami Tak Akui Jokowi sebagai Presiden

Pendukung Prabowo: Kami Tak Akui Jokowi sebagai Presiden

Kecewa, Pendukung Rhoma di Cirebon Bakar Bendera PKB

Kecewa, Pendukung Rhoma di Cirebon Bakar Bendera PKB

Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah akan Laporkan JPU ke Komisi Kejaksaan

Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah akan Laporkan JPU ke Komisi Kejaksaan

Wali Kota Padang: Umat Islam harus Menjadi ‘Umat Washatiyah’

Wali Kota Padang: Umat Islam harus Menjadi ‘Umat Washatiyah’

Tokoh Aceh Bahas Eksistensi Syari’at Islam di UIN Ar-Raniry

Tokoh Aceh Bahas Eksistensi Syari’at Islam di UIN Ar-Raniry

Baca Juga

Berita Lainnya