Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Raplh Boys Bantah Bantuan AS Akan Digunakan Teror

Bagikan:

Hidayatullah.com–Duta Besar (Dubes) AS Ralph L. Boys membantah, bahwa bantuan-bantuan pemerintah AS ke sejumlah pesantren di Indonesia, digunakan untuk kegiatan terorisme. Dana-dana bantuan pemerintah AS itu, katanya, dimaksudkan untuk membantu kegiatan pendidikan di Indonesia. Boys mengungkapkan pernyataan itu usai menjadi pembicara dalam seminar internasional bertajuk Dialog Inter Kultur Peradaban di Universitas Islam Negeri (UIN), Ciputat, Jakarta, Kamis (9/10). Dana yang diberikan kepada pesantren itu, tidak berkaitan secara tidak langsung dengan terorisme. Dana itu untuk meningkatan kehidupan sosial masyarakat di Indonesia, tukas Boys. Bantuan dana untuk pesantren-pesantren itu, aku Dubes AS itu, memang membuat banyak spekulasi. Tetapi dana itu dimaksudkan untuk membantu pendidikan Indonesia, cetusnya tidak jelas. Nuansa Politis Beberapa saat lalu, sejumlah tokoh Islam meminta masyakarat mewaspadai bantuan dari sejumlah negara asing ke beberapa lembaga pendidikan di Indonesia dengan alasan untuk meredam radikalisme. Wakil Ketu DPR RI AM Fatwam mengatakan bantuan semacam itu sangat perlu bernuansa politis. Seperti telah diberitakan, Sabtu (4/10/03) lalu, Australia mengatakan pihaknya sedang meninjau kembali bantuannya kepada sekolah Indonesia. Selain Australia, sejumlah negara seperti ASs dan Inggris kini tengah mengucurkan ratusan juta dolar ke beberapa lembaga pesantren guka mengekang pengaruh apa yang sebut AS sebagai muslim garis keras dalam sistim pendidikan di Indonesia. Salah satu koran Autralia, Weekend Australian mengatakan, Washington merencanakan untuk mengeluarkan sebanyak 250 juta dolar Australia (170 juta dolar AS). Sedang Australia sedang menyiapkan 12 juta dolar per tahun yang disumbangkannya kepada sekolah Indonesia. Selain melalui pesantren, negara asing juga melibatkan dan mendanai kelompok-kelompok Islam yang selama ini berkedok ‘Islam moderat’. Meski kebanyakan pendanaan dari negara Aran digunakan untuk membangun pesantren dan dakwah, AS kerap menuduh negara Timur Tengah sebagai penyumbang utama pendanaan terorisme. Sebaliknya, bantuannya ke beberapa lembaga pendidikan dan pesantren tak pernah mau dikait-kaitkan dengan terorisme. (afp/ant/swara/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

#RakyatTolakHasilPilpres #SaveOurDemocracy Membahana

#RakyatTolakHasilPilpres #SaveOurDemocracy Membahana

Kecewa Tersangka Ahok tak Ditahan, Netizen Suarakan #PenjarakanAhok

Kecewa Tersangka Ahok tak Ditahan, Netizen Suarakan #PenjarakanAhok

BNPB: Pemerintah Tidak Melegalkan Penjarahan

BNPB: Pemerintah Tidak Melegalkan Penjarahan

TPM Laporkan LP Pasir Putih Larang Napi Shalat Berjamaah dan Jumatan

TPM Laporkan LP Pasir Putih Larang Napi Shalat Berjamaah dan Jumatan

[Foto] Aksi Ribuan Pemuda Jabar Desak Ahok Diproses Hukum

[Foto] Aksi Ribuan Pemuda Jabar Desak Ahok Diproses Hukum

Baca Juga

Berita Lainnya