Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dr. Hidayat Nurwahid: Al Faruq Teror Dunia

Bagikan:

Presiden Partai Keadilan (PK) menilai pemunculan nama Umar Al Faruq yang selalu disebut-sebut oleh pemerintah RI dan Amerika adalah bentuk ‘teror’ atas bangsa Indonesia. Ucapan Hidayat Nurwahid ini disampaikannya pada sebuah wawancara di MetroTV, Kamis (24/10/02) pagi.

Menurut Hidayat, amat janggal sebuah peristiwa teramat penting yang mencakup kepentingan masalah negara dan bangsa hanya disandarkan pada hasil omongan seorang yang tidak jelas asal-usulnya. “Tidak bisa masuk di logika siapapun seseorang yang tidak jelas kredibilitasnya dan dia sendirian bisa mengatakan informasi yang berkaitan dengan seluruh negara dan kita harus menerima apa adanya. Secara hukum tidak boleh, dan secara Islampun juga tidak bisa diterima..”, ujarnya.

Karenanya, lebih lanjut Hidayat menuntut pihak internasional untuk mendatangkan Al Faruq ke Indonesia untuk diuji kebenarannya. Apakah kesaksiannya betul atau hanya berbohong. “Datangkan dia ke Indonesia, mari kita uji”, katanya. “Saya menuntut pada dunia internasional. Kalaupun memang dunia punya komitmen dalam memerangi ‘terorisme’, jangan pula bangsa Indonesia diteror oleh seseorang yang disebutnya dengan nama Al Faruq. Sebab, itu adalah teror dalam bentuk lain”, katanya.

Dalam wawancara dengan topik “Tim Independen Kasus Bom Bali” itu, Presiden Partai Keadilan ini menolak usulan berbagai pihak yang mengusulkan kesaksian Al Faruq melalui media televisi sebab dikhawatirkan adanya rekayasa dari kecanggihan teknologi TV. “Tidak cukup, sebab kita mengetahui teknologi TV yang mungkin bisa berlaku tidak fair. Dan apa sulitnya kalau dia didatangkan di Indonesia. Kalau dia bisa dibawa ke Amerika oleh Indonesia, apa sulitnya dia didatangkan ke Indonesia?”, katanya.

Lebih lanjut, Hidayat juga menilai, cara-cara yang dilakukan AS dalam menilai kasus bom Bali itu tak lebih sebagai upaya George W Bush untuk mencari muka pada rakyatnya dan seluruh dunia internasional. Sebab, menurutnya, hampir setahun AS mencari jejak Usamah Bin Ladin yang telah dituduhnya itu namun hingga kini tak bisa ditemukan. (Mtv/Cha/sma)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Huda Ridwan

Bagikan:

Berita Terkait

Seruan untuk Bertaubat, Menyatukan Hati, dan Membela Masjidil Aqsha

Seruan untuk Bertaubat, Menyatukan Hati, dan Membela Masjidil Aqsha

Imunisasi Tak Selalu Membuat Tubuh Kebal

Imunisasi Tak Selalu Membuat Tubuh Kebal

Musabaqah Akan Ditutup Menag di Istiqlal

Musabaqah Akan Ditutup Menag di Istiqlal

Cendekiawan: Sosialisasi Fatwa MUI Jangan Dianggap Sweeping

Cendekiawan: Sosialisasi Fatwa MUI Jangan Dianggap Sweeping

Persis Jelaskan Mengapa Tak Hadiri Undangan Jokowi di Istana

Persis Jelaskan Mengapa Tak Hadiri Undangan Jokowi di Istana

Baca Juga

Berita Lainnya