Senin, 25 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Info Halal

SDM Halal Mendesak, BPJPH Dorong Peran Perguruan Tinggi di 5 Ranah Strategis Ini

HalalMui.org
Training Internasional Sistim Jaminan Halal di Jakarta, Oktober 2016.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang halal merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia. Sesuai amar dan amanat regulasi,  kebutuhan SDM halal mutlak harus dipenuhi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPJPH, Mastuki menyatakan upaya-upaya strategis menyiapkan SDM halal sedang digencarkan. Salah satunya memperkuat peran perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi merupakan institusi pendidikan yang berperan besar mempersiapkan SDM. Dengan  potensi yang dimiliki, perguruan tinggi sangat strategis menyiapkan SDM halal,” ungkap Mastuki saat membuka Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XIII yang diadakan Halal Institute bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Senin (26/04/2021).

Mastuki lebih lanjut mengatakan, saat ini jumlah SDM halal yang ada sangat jauh dari yang dibutuhkan. Karenanya optimalisasi peran perguruan tinggi diharapkan menjadi bagian dari percepatan penyediaan SDM halal.

“Jaminan produk halal dengan cakupan yang sangat luas membutuhkan infrastruktur dan ekosistem halal. Hal ini dapat terwujud jika ditopang oleh SDM yang memadai. Misalnya auditor halal, penyelia halal, juru sembelih halal, pengawas halal, dan pendamping halal seperti diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah nomor 39 tahun 2021,” imbuhnya.

Mastuki yang juga Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal menjelaskan penyiapan SDM halal di perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui lima ranah strategis. Pertama, perguruan tinggi dapat mendirikan Pusat Kajian Halal atau Halal Center.

“Pusat Kajian ini bisa berfungsi sebagai pembinaan halal untuk sertifikasi halal, sosialisasi, edukasi, literasi halal, memberikan konsultasi, pembinaan, serta berperan melalui satgas halal, duta halal, dan lainnya,” urainya.

“Yang kedua, perguruan tinggi dapat mengoptimalkan riset dan pengembangan di bidang halal. Hal ini dapat terintegrasi dengan pusat penelitian atau  bekerja sama dengan lembaga penelitian, kementerian/lembaga, atau penelitian dosen, disertasi, tesis, skripsi, dan sebagainya,” tambahnya sebagaimana dirilis.

Peran lain yang bisa dilaksanakan perguruan tinggi, menurut Mastuki adalah pelatihan SDM halal. Caranya membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang fokus pada penyediaan SDM halal, misalnya manajer halal, penyelia halal, auditor halal, pendamping halal, pengawas halal, juru sembelih halal, chef halal, dan lain-lain.

Peran keempat, perguruan tinggi mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), baik mendirikan LPH sendiri ataupun bekerja sama dengan LPH lain. Dengan begitu, perguruan tinggi dapat menciptakan kemudahan layanan dan akses audit halal, yang diperkuat dengan laboratorium halal, yang didukung dengan auditor halal profesional.

“Selanjutnya, peran perguruan tinggi juga dapat dilakukan melalui institusionalisasi kajian halal secara akademik dalam bentuk kegiatan akademis. Misalnya melalui mata kuliah, pembukaan program studi, jurusan atau fakultas,” tutupnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

BPJPH & MUI Susun Rancangan SKKNI Auditor Halal

BPJPH & MUI Susun Rancangan SKKNI Auditor Halal

Pengusaha Produk Halal Malaysia Sangat Minati Indonesia

Pengusaha Produk Halal Malaysia Sangat Minati Indonesia

Raja Salman Beri Hadiah 1000 Keluarga Syuhada Palestina Haji Gratis Tahun ini

Raja Salman Beri Hadiah 1000 Keluarga Syuhada Palestina Haji Gratis Tahun ini

Pemerintah: Gratis Sertifikasi Halal bagi UMK Beromzet di Bawah Rp 1 M

Pemerintah: Gratis Sertifikasi Halal bagi UMK Beromzet di Bawah Rp 1 M

Kemenag Resmikan BPJPH, Kewenangan Fatwa Halal Tetap di Bawah MUI

Kemenag Resmikan BPJPH, Kewenangan Fatwa Halal Tetap di Bawah MUI

Baca Juga

Berita Lainnya