Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Halal

MUI: Vaksin AstraZeneca Haram karena Mengandung Babi, tapi Boleh karena Darurat

azim arrasyid/hidayatullah.com
Konferensi pers Komisi Fatwa MUI di kantor MUI, Jakarta, Senin (16/03/2020) mengenai fatwa tentang shalat Jumat saat virus corona mewabah.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca haram. Sebab, vaksin Covid-19 yang diproduksi di Korea Selatan itu mengandung tripsin yang berasal dari babi.

“Vaksin produk AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorum Ni’am Sholeh dalam konferensi pers yang disiarkan dari Youtube FMB9ID_ IKP, Jumat (19/03/2021).

Asrorun meyampaikan keputusan MUI menetapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca haram berdasarkan hasil rapat komisi fatwa. Dalam rapat tersebut, MUI mendengarkan penjelasan pemerintah pusat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta PT Bio Farma.

Meski vaksin tersebut haram, MUI tetap membolehkan penggunaannya. Asroun mengungkap setidaknya ada lima alasan kenapa dibolehkannya vaksin AstraZeneca. Pertama, saat ini Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Artinya, Indonesia sedang mengalami darurat kesehatan sehingga sangat membutuhkan vaksin Covid-19.

“Ada kondisi kebutuhan mendesak atau hajah basyariyah dalam konteks fiqih yang menduduki kedudukan syar’i atau darurat syar’iyah,” jelasnya.

Kedua, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya bahwa terdapat bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19. Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Keempat, ada jaminan keamanan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca oleh pemerintah. “Kelima pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun tingkat global,” tandasnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

LPPOM MUI Cermati Klaim “100 Persen Halal”

LPPOM MUI Cermati Klaim “100 Persen Halal”

Cara Membedakan Daging Babi dan Daging Sapi

Cara Membedakan Daging Babi dan Daging Sapi

Menjaga Kehalalan Makanan (2)

Menjaga Kehalalan Makanan (2)

Hasil Kajian LPPOM MUI: Terdapat Penggunaan Bahan Asal Babi di Vaksin AstraZeneca

Hasil Kajian LPPOM MUI: Terdapat Penggunaan Bahan Asal Babi di Vaksin AstraZeneca

Kemenko Perekonomian: Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK Jadi Prioritas

Kemenko Perekonomian: Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK Jadi Prioritas

Baca Juga

Berita Lainnya