Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Halal

Indonesia Harus Menjadi Pemain Utama di Tengah Tren Dunia Menuju Gaya Hidup Halal

[Ilustrasi] Daging halal.
Bagikan:

Hidayatullah.com — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani menyatakan Indonesia umumnya Dewan Syariah Nasional (DSN) Aceh khususnya dengan penduduk mayoritas muslim sudah seyogyanya menjadi pemain utama di dalam industri halal yang terus berkembang. Menurut Achris, tren dunia saat ini menuju gaya hidup halal atau halal lifestyle.

“Saat ini dunia internasional memiliki tren untuk beralih ke gaya hidup halal atau halal lifestyle,” kata Achris di sela-sela menjadi nara sumber dalam Sosialisasi Implementasi Qanun/peraturan daerah Nomor 11 Tahun 2018 tetang Lembaga Keuangan Syariah di Banda Aceh, Rabu (24/2/2021) dikutip laman Antara News.

Ia menjelaskan Qanun LKS merupakan salah satu jawaban untuk tantangan ekonomi yang saat ini dihadapi oleh Provinsi Aceh seperti ketergantungan terhadap sisi fiskal yang masih tinggi serta permasalahan kemiskinan dan pengangguran. Dia menambahkan semua elemen di Aceh sudah seyogyanya bahu membahu dalam menyukseskan implementasi Qanun LKS, sehingga Aceh mampu mempromosikan syariat Islam sebagai rahmatan lil alamin.

“Bank Indonesia berharap Aceh mampu menjadi penggerak dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah nara sumber lainnya masing-masing Ketua Gugus Tugas Percepatan Konversi LKS, T. Ahmad Dadek , Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Nazaruddin AW, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Achris Sarwani dan Kepala OJK Aceh, Yusri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Konversi LKS, T. Ahmad Dadek mengatakan Pemerintah Aceh memiliki komitmen yang kuat dalam menegakkan syariat Islam di Aceh dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi dan keuangan. Komitmen tersebur tertuang dalam RPJM Aceh dimana salah satu turunannya adalah Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS),” katanya.

Prof. Nazaruddin mengatakan bahwa qanun LKS merupakan salah satu upaya untuk mengintegrasikan aktivitas sosial masyarakat dengan kegiatan bisnis. “Qanun LKS diharapkan bisa menjadi solusi dalam menghidupkan sektor ril sehingga bisa menjadi lebih produktif,” kata Guru Besar UIN Ar-Raniry itu.*

Baca juga: Seabad Islamic Restaurant Mengenalkan Nasi Biryani di Singapura

Rep: Ahmad
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Peserta Pelatihan Halal Internasional Diharapkan Lebih Paham SJH

Peserta Pelatihan Halal Internasional Diharapkan Lebih Paham SJH

Ketua WHFC Ingatkan Daya Saing Produk Halal Indonesia Saat MEA

Ketua WHFC Ingatkan Daya Saing Produk Halal Indonesia Saat MEA

Waspada Bahan Bersumber dari Babi, Cermati Titik Kritis Kehalalan Cangkang Kapsul

Waspada Bahan Bersumber dari Babi, Cermati Titik Kritis Kehalalan Cangkang Kapsul

BPJPH – LPPOM MUI Bersinergi Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK

BPJPH – LPPOM MUI Bersinergi Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK

LPPOM MUI: Haram Hukumnya, Darah yang Sengaja Ditampung Dari Penyembelihan

LPPOM MUI: Haram Hukumnya, Darah yang Sengaja Ditampung Dari Penyembelihan

Baca Juga

Berita Lainnya