Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Info Halal

Bahaya Haram, Nikmatnya Halal

Makanlah yang halal yang diridhoi Allah
Bagikan:

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

 “(Yaitu) mereka yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka; ia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari yang munkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk atas mereka, serta melepaskan berbagai beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS: Al-A’raf {7}: 157).

 

Hidayatullah.com | SEBAGAI hamba Allah  SWT yang beriman, kita harus percaya bahwa segala yang diperbolehkan (halal) adalah baik. Sebaliknya, segala yang dilarang (haram) oleh syariat adalah buruk. Segala yang diharamkan pasti mengandung bahaya, sebaliknya segala yang dibolehkan, apalagi yang dianjurkan pasti mengandung manfaat bagi manusia.

Boleh jadi sampai saat ini manusia belum menemukan secara ilmiah zat yang membahayakan tubuh manusia pada makanan tertentu yang diharamkan Allah SWT. Tapi sebagai umat Islam, kita harus yakin bahwa pada suatu saat nanti, ilmu pengetahuan  akan sampai pada satu tahap yang membuktikan kebenaran larangan tersebut. Tentang hal ini kita tidak ragu sedikitpun juga.

Khusus mengenai keharaman makanan, bisa bersumber dari dua sebab. Pertama, karena dzatnya sendiri yang haram. Kedua, karena asal asul didapatkannya makanan tersebut. Anjing, babi, dan khamr adalah tiga jenis makanan dan minuman yang haram li-dzatihi. Haram karena dzatnya sendiri sudah haram. Ia tetap haram dikonsumsi, sekalipun didapatkan dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat.

Baca:  Dampak Makanan Halal terhadap Perilaku

Sebaliknya, nasi atau jagung.  Keduanya termasuk makanan yang baik dan halal. Cara untuk mendapatkannya adalah benar dan sesuai dengan ketentuan syariat, maka  mengkonsumsinya adalah boleh (halal). Akan tetapi mengkonsumsi kedua makanan tersebut menjadi haram, jika berasal dari usaha yang tidak diperbolehkan. Misalnya, hasil menipu atau mencuri (korupsi),

Menjadikan Doa Tertolak

Dari Abu Hurairah RA beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda;

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ الهَa أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ وَقَالَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Sesungguhnya Allah itu baik (bersih dari segala cacat dan cela), tidak menerima kecuali yang baik saja. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman dengan sesuatu yang diperintahkan kepada para Rasul, di mana Dia berfirman: ‘Wahai para Rasul, makanlah dari sesuatu yang baik-baik dan beramallah yang saleh’. Dia berfirman juga: ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu’. Kemudian Nabi menyebut seorang lelaki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya terurai, dan mukanya berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit (sambil berdoa). Ya Rabb, ya Rabb, padahal makanannya adalah haram, minumannya juga haram, pakaiannya juga haram, dan ia dijejali dengan (makanan) haram, maka mana mungkin ia akan dikabulkan.” (Riwayat Muslim).

Baca:  Makanan Halal itu Hak Umat Islam [1]

Memasukkan ke dalam Neraka

Setiap suap makanan akan menghasilkan energi, darah, daging, kotoran, juga penyakit. Makanan tidak saja menghasilkan sampah, baik berupa keringat, air kencing, maupun kotoran manusia, tapi juga penyakit. Tidak sedikit penyakit manusia yang bersumber pada makanan. Dapat dibayangkan, jika penyakit kita justru berasal dari kombinasi makanan yang tidak thayyibdan dan tidak halal sekaligus!

Jika makanan yang tidak halal itu menghasilkan energi, baik yang menggerakkan fisik, pikiran, dan perasaan, lalu bagaimana hasilnya? Jika menghasilkan gerakan fisik berupa perilaku, lalu perilaku yang bagaimana yang dihasilkan dari makanan yang haram?

Jika makanan yang haram itu menghasilkan pikiran, lalu pikiran macam apa yang akan diproduknya? Jika berupa perasaan, lalu perasaan apa yang dihasilkannya?

Baca:  Makanan Halal Menyebabkan Badan Sehat, Berkah dan Diterimanya Ibadah [1]

Jika makanan yang haram itu menghasilkan darah dan daging, bagaimana pandangan agama? Dalam hal ini Rasulullah ﷺ mengingatkan Ka’ab:

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api Neraka.” (HR. Tirmidzi).

Maka dari itu berhati-hatilah dengan makanan atau minuman yang akan masuk dalam perut kita. Jagalah dan hindari, serta jauhkan mulut dan perut kita dari sesuatu yang haram maupun syubhat.

Karena hal itu akan mempengaruhi jiwa, pikiran, dan tingkah laku kita kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT. Dan jangan sampai amal ibadah kita tertolak hanya karena faktor makanan yang kita telan itu haram. Naudzubillahi min dzalik.*/ Hamim Thahari, dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah

Rep: Bambang S
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

IHW: RUU Cilaka Berpotensi Hilangkan Peran Ulama pada Sertifikasi Halal

IHW: RUU Cilaka Berpotensi Hilangkan Peran Ulama pada Sertifikasi Halal

Komisi Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Suci dan Halal, Boleh Digunakan Muslim Sepanjang Terjamin Keamanannya Menurut Ahli

Komisi Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Suci dan Halal, Boleh Digunakan Muslim Sepanjang Terjamin Keamanannya Menurut Ahli

Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Jajaki Sinergi dengan Kemenag

Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Jajaki Sinergi dengan Kemenag

Sejumlah Produk Mi Instan Terdeteksi Mengandung Babi, BPOM Lakukan Penarikan

Sejumlah Produk Mi Instan Terdeteksi Mengandung Babi, BPOM Lakukan Penarikan

IHATEC: Sertifikat Halal Jadikan UMKM Bersaing Ekspor

IHATEC: Sertifikat Halal Jadikan UMKM Bersaing Ekspor

Baca Juga

Berita Lainnya