Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Info Halal

BPJPH: Biaya Sertifikasi Halal Masih Merujuk Aturan Tarif LPPOM MUI

Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Kepala BPJPH Prof Ir Sukoso pada Peluncuran 'UI Halal Center' (UIHC) di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (19/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 982 tentang Layanan Sertifikasi Halal.

Diktum kelima KMA ini mengatur bahwa “Dalam hal peraturan perundang-undangan mengenai besaran tarif layanan sertifikat halal sebagaimana dimaksud diktum Keempat belum ditetapkan, besaran tarif layanan sertifikasi halal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada MUI dan LPPOM MUI yang memberikan sertifikasi halal sebelum ketentuan mengenai peraturan perundang-undangan terkait jaminan produk halal berlaku.”

Menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Sukoso, diktum itu bukan berarti mengembalikan penyelenggaraan layanan sertifikasi halal kepada MUI.

Sukoso menjelaskan, diktum itu cuma mengatur tentang diskresi besaran tarif layanan sertifikasi halal, sambil menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“KMA ini terbit sebagai diskresi agar layanan sertifikasi halal tetap berjalan dengan merujuk pada aturan besaran tarif yang selama ini diberlakukan oleh LPPOM MUI. Sebab, besaran tarif layanan sertifikat halal yang seharusnya dikeluarkan melalui Peraturan Kementerian Keuangan belum ditetapkan,” ujarnya menegaskan di Jakarta dalam keterangan resminya, Jumat (06/12/2019).

“Jadi bukan berarti Kemenag mengembalikan mandat sertifikasi halal kepada MUI. KMA hanya mengatur, selama belum ada PMK tentang tarif layanan, maka biaya sertifikasi halal mengacu pada standar yang selama ini diberlakukan LPPOM,” sambungnya.

Baca: IHW Dorong BPJPH Sudah Siap Layani Sertifikasi Halal

Kata Sukoso, bahwa ada tiga pihak utama yang berperan dalam layanan sertifikasi halal, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), MUI dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). LPPOM MUI hanyalah salah satu dari LPH.

Layanan sertifikasi itu sendiri mencakup pengajuan permohonan sertifikasi halal, pemeriksaan dan atau pengujian kehalalan produk, pengkajian ilmiah terhadap hasil pemeriksaan dan atau pengujian kehalalan produk, pelaksanaan sidang fatwa halal, dan penerbitan sertifikasi halal.

Menurut Sukoso, peran ketiga pihak dalam layanan sertifikasi halal secara jelas sudah diatur dalam KMA 982 ini. BPJPH berwenang dalam pengajuan permohonan dan penerbitan sertifikasi halal. MUI berwenang dalam pengkajian ilmiah dan pelaksanaan sidang fatwa halal. Sedangkan LPH berwenang dalam pemeriksaan dan atau pengujian kehalalan produk.

Baca: Sejarah Baru, Restoran Kereta Api Sudah Disertifikasi Halal

Lantas, kenapa KMA 982 hanya menyebut LPPOM MUI? Sukoso menjelaskan bahwa itu karena LPH yang ada saat ini dan memiliki pedoman pembiayaan, baru LPPOM MUI. Sedangkan pada ketentuan peralihan PMA No 26 Tahun 2019 diatur bahwa Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika MUI dan LPH yang sudah ada sebelum Peraturan Menteri ini diundangkan, tetap diakui sebagai LPH dan wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak Peraturan Menteri ini diundangkan.

“Karena bersifat Diskresi, KMA ini hanya berlaku sampai diundangkannya peraturan terkait tarif layanan sertifikasi halal. Aturan itu yang akan dijadikan rujukan bersama seluruh LPH, tidak hanya LPPOM MUI, dalam melaksanakan fungsi pemeriksaan dan atau pengujian kehalalan produk,” jelasnya.

Mengenai proses dan tahapan sertifikasi halal lainnya, katanya berjalan sebagaimana yang diatur dalam UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan PMA No 26 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Telah Akui 45 Lembaga Sertifikasi Halal dari 26 Negara

MUI Telah Akui 45 Lembaga Sertifikasi Halal dari 26 Negara

LSP MUI Lakukan Uji Kompetensi Via Online Saat Pandemi

LSP MUI Lakukan Uji Kompetensi Via Online Saat Pandemi

MUI Biak Perketat Pengawasan Sertifikasi Halal Makanan-Minuman

MUI Biak Perketat Pengawasan Sertifikasi Halal Makanan-Minuman

Bahas Kerja Sama JPH, Menteri Malaysia akan Temui Menag RI

Bahas Kerja Sama JPH, Menteri Malaysia akan Temui Menag RI

LPPOM MUI Tembus Pasar Halal Dunia dengan Akreditasi Skema UEA

LPPOM MUI Tembus Pasar Halal Dunia dengan Akreditasi Skema UEA

Baca Juga

Berita Lainnya