15 Negara Ikuti Pelatihan Halal LPPOM MUI

Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) ini sangat penting untuk dipahami oleh setiap perusahaan yang akan mengajukan sertififikasi halal MUI.

15 Negara Ikuti Pelatihan Halal LPPOM MUI
lppom

Terkait

Hidayatullah.com– Sebanyak 62 perwakilan dari 42 perusahaan dan 15 negara ikut serta dalam pelatihan halal internasional di Bogor, Jawa Barat.

Mereka merupakan perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Switzerland, Thailand, Singapura, Denmark, Filipina, Arabi Saudi, Nigeria, China, Taiwan, India, Hongkong, Vietnam, dan Bangladesh.

Acara bertajuk “Bogor International Training on Halal Assurance System” ini merupakan pelatihan halal internasional kali ke-10 yang diadakan kerja sama antara Indonesia Halal Training & Education (IHATEC) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Kali ini diadakan pada 23-25 Oktober 2018 di IPB International Convention Center, Bogor.

Pada sambutannya, Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir Muti Arintawati mengatakan, pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) ini sangat penting untuk dipahami oleh setiap perusahaan yang akan mengajukan sertififikasi halal MUI.

Hal ini untuk menjaga agar setiap persyaratan selalu sesuai dengan standar halal yang telah ditentukan.

“Pelatihan akan menjadi sangat penting, apalagi dengan akan diterapkannya Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang mewajibkan semua produk harus tersertifikasi halal MUI,” lanjuti Muti lansir LPPOM MUI baru-baru ini.

Selain itu, pelatihan ini juga untuk mengatasi beberapa tantangan dalam sertifikasi halal, kurangnya informasi dan pemahaman tentang persyaratan sertifikasi halal dari produsen produk, pemasok bahan belum mengerti tentang persyaratan sertifikasi halal pada material, dan kesulitan untuk menemukan bahan halal untuk produk tertentu.

Sementara itu, Kepala IHATEC, Ir Nurwahid mengatakan, pelatihan ini diadakan dalam rangka menyambut era baru sertifikasi halal di Indonesia. Dimana, pada tahun 2019 akan diterapkan UU JPH sebagaimana disebutkan di atas.

“Sebagai langkah antisipatif, pelatihan halal ini dipersiapkan untuk para perusahaan agar bisa mensertifikasi halal produknya, karena ketika UU JPH berlaku efektif, sertifikat halal MUI masih tetap berlaku,” lanjut Nurwahid.

Sedangkan menurut salah seorang peserta, Daru Kaloka, Quality System Mengniu Dairy Indonesia yang merupakan perusahaan multinasional dari China, mengatakan, pelatihan ini sangat penting diikuti dan diimplementasikan. Terutama, bagi perusahaan sendiri yang sedang melakukan ekspansi ke Indonesia, agar produknya  dapat disertifikasi halal MUI dan dapat diterima masyarakat Indonesia.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !