Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Info Halal

LPPOM MUI: Produsen Suplemen Ber-DNA Babi Harus Dihukum

Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim di sela-sela Rakornas LPPOM MUI di Bogor, Jawa Barat, Rabu (05/04/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah meminta produsen menarik produk Viostin DS dan Enzyplex tablet yang mengandung DNA babi. PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories, produsen kedua produk itu, juga sudah diminta menghentikan produksi dan/atau distribusi produknya.

Menurut Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dr Ir Lukmanul Hakim, sanksi administratif Badan POM tersebut tidak cukup.

Harus ada sanksi secara hukum, tegasnya.

“Iya dong (sanksi hukum). Karena ini ada yang dirugikan. Kan, ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen. (Kasus) ini harus dibuat menjadi preseden positif bagi kita semua. Jadi ke depan jangan ada kasus-kasus seperti ini lagi,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Jumat (02/02/2018).

Baca: YLKI: Audit Komprehensif Produsen Suplemen Makanan Ber-DNA Babi

Kepada produsen obat, ia mengimbau agar memberikan informasi produk yang apa adanya, jujur, dan bertanggung jawab kepada konsumen.

“Ok kalau Anda tidak mampu memproduksi yang halal, ya informasikan. Biar kami yang memutuskan, mengonsumsi atau tidak mengonsumsi produk itu,” ucapnya.

Perlu juga dipahami produsen, tambahnya, bahwa Indonesia selain negara hukum, juga negara yang penduduknya mayoritas Muslim. “Bagi umat Islam, berobat itu juga harus menggunakan obat yang halal,” tegasnya.

Dengan adanya kasus ini, kata Lukman, BPOM harus melakukan pengawasan yang super intensif. Apakah produk sebelum dapat izin edar dan setelah izin edar, kandungan obatnya sama atau di tengah jalan ada perubahan formulasi?

Sekadar informasi, produk Viostin DS dan Enzyplex tablet tidak bersertifikat halal MUI.* Andi

Baca: Viostin DS dan Enzyplex Mengandung DNA Babi, Instruksi BPOM: Setop Produksi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sertifikat Halal LPPOM MUI Tetap Berlaku

Sertifikat Halal LPPOM MUI Tetap Berlaku

Peserta Pelatihan Halal Internasional Diharapkan Lebih Paham SJH

Peserta Pelatihan Halal Internasional Diharapkan Lebih Paham SJH

Sinergi BPJPH – Unhas Pendirian Pusat Pemeriksa Halal di Makassar

Sinergi BPJPH – Unhas Pendirian Pusat Pemeriksa Halal di Makassar

Bidang Fatwa MUI: RUU Cipta Kerja Mencederai Prinsip Keagamaan

Bidang Fatwa MUI: RUU Cipta Kerja Mencederai Prinsip Keagamaan

PP JPH Terbit, Menag: Fatwa Halal Hanya di MUI

PP JPH Terbit, Menag: Fatwa Halal Hanya di MUI

Baca Juga

Berita Lainnya