Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Halal

Sejumlah Produk Mi Instan Terdeteksi Mengandung Babi, BPOM Lakukan Penarikan

BPOM
Empat produk Mi Instan asal Korea yang mengandung DNA babi dirilis BOM, Ahad 18 Juni 2017: [Kiri atas] Mi Instant Samyang U-Dong, [Kanan atas] Mi Instant Nongshim (Shin Ramyun Black), [Kiri bawah] Mi Instant Ottogi (Yeul Ramen), dan [Kanan bawah] Mi Instant Samyang Rasa Kimchi.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sejumlah produk mi instan asal Korea diungkap oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) positif terdeteksi mengandung DNA babi.

Dari beberapa produk yang telah dilakukan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi, BPOM merilis empat produk terdeteksi mengandung DNA babi.

Yaitu, pertama, produk dengan nama dagang Samyang dengan nama produk Mi Instan U-Dong, nomor izin edar BPOM RI ML 231509497014.

Kedua, produk dengan nama dagang Nongshim dengan nama produk Mi Instan (Shim Ramyun Black), bernomor izin edar BPOM RI ML 231509052014.

Lalu, produk dengan nama dagang Samyang, nama produk Mi Instan Rasa Kimchi, dengan nomor izin edar BPOM RI ML 231509448014.

Kemudian produk dengan nama dagang Ottogi, nama produk Mi Instan (Yeul Ramen), dengan nomor izin edar BPOM RI ML 231509284014.

Baca: Penjelasan LPPOM MUI tentang Isu Mi Instan Mengandung Babi

Keempat produk yang telah dinyatakan positif mengandung DNA babi itu diimpor oleh PT Koin Bumi.

Berdasarkan pengecekan label diketahui bahwa produk yang mengandung babi tersebut tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”, terang BPOM.

“Importir juga tidak menginformasikan kepada Badan POM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi,” terang BPOM dalam siaran persnya diakses hidayatullah.com Jakarta, Senin (19/06/2017), yang dirilis kemarin di Jakarta.

“Terhadap produk-produk tersebut, Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk menarik produk dari peredaran,” lanjutnya.

Baca: Inilah Sebab Banyak Obat-obatan Mengandung Babi

Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus melakukan penarikan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Makanan Halal itu Hak Umat Islam   [2]

Makanan Halal itu Hak Umat Islam [2]

IHW Apresiasi Sertifikasi Halal Tetap Wewenang LPPOM MUI

IHW Apresiasi Sertifikasi Halal Tetap Wewenang LPPOM MUI

MUI: Fatwa Halal Berbeda Pada 1 Kasus Berpotensi Mengaburkan Kepastian Hukum

MUI: Fatwa Halal Berbeda Pada 1 Kasus Berpotensi Mengaburkan Kepastian Hukum

MUI: Kemenkes-Biofarma Setuju Sertifikasi Halal Vaksin MR

MUI: Kemenkes-Biofarma Setuju Sertifikasi Halal Vaksin MR

BPJPH-Kementerian segera Teken MoU Layanan Sertifikasi Halal

BPJPH-Kementerian segera Teken MoU Layanan Sertifikasi Halal

Baca Juga

Berita Lainnya