Menjaga Kehalalan Makanan (2)

Orang yang selalu menjaga makanannya dari yang haram, berarti telah berjuang di jalan Allah dengan derajat tinggi.

Menjaga Kehalalan Makanan (2)
Dailymail

Terkait

UNTUK itu ajaran Allah mengharuskan kita untuk selalu menjaga kehalalan pangan yang kita konsumsi, yang pasti mengandung berbagai maksud dan manfaat. Di samping karena alasan yang bersifat lahir (yaitu menjaga keseimbangan kesehatan dan tubuh), juga mengandung hikmah-hikmah ‘batin’ yang tidak semuanya bisa disentuh oleh kemampuan akal manusia. Demikian juga Allah memberikan ruang-ruang kepatuhan kepada hamba-Nya untuk dijadikan tolok ukur bagi keimanan dan ketakwaan, sejauh mana manusia yang mengaku dirinya beriman mau dan mampu menjalankan syariat-Nya.

Di antara dampak yang bisa dirasakan secara langsung dari makanan halal terhadap perilaku adalah sebagai berikut:

Pertama, menjaga keseimbangan jiwa manusia yang hakikatnya suci (fitrah) sebagaimana baru dilahirkan di dunia. Dengan mengkonsumsi makanan halal, berarti kita konsisten dengan garis kesepakatan yang pernah terjadi di dalam kandungan ibu kita (alam arwah) yang berisi persetujuan bahwa Allah adalah Tuhan kita yang mengatur segala urusan. Perintah untuk selalu menjaga kehalalan makanan seiring dengan amal saleh yang akan dilakukan untuk menjaga keseimbangan fitrah manusia, sebagaimana maksud ayat:

Makanlah dari makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal saleh.” (Al Mukminun: 51).

Ayat tersebut sangat menganjurkan manusia untuk selalu mencermati dengan sungguh-sungguh terhadap konsumsinya sebelum ia melakukan perbuatan-perbuatan yang segaris dengan nilai-nilai fitrah.

Kedua, menumbuhkan sikap juang yang tinggi dalam menegakkan ajaran Allah dan Rasul-Nya di bumi. Bagi orang yang selalu mengusahakan untuk menjaga makanannya dari yang haram, berarti ia telah berjuang di jalan Allah dengan derajat yang tinggi. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam:

Barangsiapa yang berusaha atas keluarganya dari barang halalnya, maka ia seperti orang yang berjuang di jalan Allah. Dan barangsiapa menuntut dunia akan barang halal dalam penjagaan, maka ia berada di dalam derajat orang-orang yang mati syahid.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

Ketiga, dapat membersihkan hati dan menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu. Makanan halal yang dikonsumsi akan tumbuh dan berkembang menjadi daging bersamaan dengan meningkatnya kualitas kesalehan, baik lahir maupun batin, sebagaimana Nabi bersabda:

Barangsiapa yang makan makanan halal empat puluh hari, maka Allah menerangi hatinya dan Dia alirkan sumber-sumber hikmah dari hatinya atas lisannya.” (HR Abu Nuaim dari Abu Ayub)

Keempat, menumbuhkan kepercayaan diri di hadapan Allah. Orang yang selalu mengkonsumsi makanan halal, maka dengan sendirinya akan menambah keyakinan diri bahwa Allah dekat dengan kita yang selalu mendengarkan permintaan doa kita. Sabda Nabi mengatakan:

Bahwasannya Sa’ad mohon kepada Rasulullah untuk memohonkan kepada Allah menjadikannya (Sa ad) diperkenankan doanya. Lalu beliau bersabda kepadanya: ‘Baikkanlah makananmu, maka doamu diperkenankan/dikabulkan.’” (HR. Imam Thabrani dari Ibnu Abbas).*

Dari buku Bahaya Makanan Haram karya Thobieb Al-Asyhar.

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !