Patroli Gabungan Turki-AS di Manbij Dimulai

Meskipun sudah ada perjanjian mengenasi zona de-eskalasi, pasukan rezim tetap menargetkan daerah pedesaan di provinsi Latakia, Idlib selatan, Aleppo barat dan Hama

Patroli Gabungan Turki-AS di Manbij Dimulai

Terkait

Hidayatullah.com–Kementerian Pertahanan Nasional Turki pada Jumat membagikan rekaman putaran pertama patroli gabungan antara AS dan Turki di Kota Manbij, Suriah utara.

Kementerian itu pada Kamis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa angkatan bersenjata Turki dan AS melanjutkan kegiatan mereka di Manbij dalam kerangka kerja peta jalan dan prinsip-prinsip keamanan Manbij.

“Sesuai dengan perencanaan, koordinasi dan kegiatan pelatihan gabungan yang telah dilakukan bersama, patroli gabungan dimulai hari ini (Kamis) pukul 3.53 sore,” tambah kementerian dikutip Anadolu.

Kementerian juga mengatakan bahwa patroli gabungan akan terus berlanjut sampai penghentian konflik yang disetujui dalam peta jalan Manbij tercapai.

Kesepakatan Manbij antara Turki dan AS berfokus pada penarikan teroris YPG / PKK dari kota untuk menstabilkan wilayah yang berada di timur laut provinsi Aleppo, Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Terus Langgar

Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di Suriah masih terus melanggar kesepakatan Sochi dengan menyerang zona de-eskalasi Idlib.

Menurut informasi yang dikumpulkan Anadolu Agency dari sumber di lapangan, pasukan rezim Kamis menyerang permukiman dan pangkalan militer oposisi di dalam perbatasan Idlib dengan senjata berat.

Meskipun sudah ada perjanjian mengenasi zona de-eskalasi, pasukan rezim tetap menargetkan daerah pedesaan di provinsi Latakia, Idlib selatan, Aleppo barat dan Hama utara dan barat.

Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.

Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.

Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.*

Rep: Ahmad

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !