Bashar al-Assad ‘Bersembunyi di Bunker’ Bersama Pejabat Iran Jelang Serangan Udara AS

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Barat memiliki "bukti" Bashar al Assad di belakang pembantaian dengan senjata kimia di Douma

Bashar al-Assad ‘Bersembunyi di Bunker’ Bersama Pejabat Iran Jelang Serangan Udara AS
EPA
Bashar al Assad bertemu Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran bidang Hubungan Luar Negeri, Ali Akbar Velayati

Terkait

(Halaman 2 dari 2)

Sambungan berita PERTAMA

  • Trump mentweet pada Rabu bahwa Rusia harus “bersiap” untuk rudal “pintar”
  • Pesawat tempur AS terlihat di perbatasan
  • Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis memiliki bukti bahwa pemerintah Suriah melancarkan serangan gas klorin dan menegaskan negaranya tidak akan mentolelir “rezim yang berpikir apapun diperbolehkan”
  • Theresa May melakukan pertemuan dengan Kabinet untuk mempertimbangkan apakah akan “mengambil tindakan” untuk menghalangi penggunaan senjata kimia oleh Assad
  • Narasumber di Westminster memberi kesan bahwa serangan AS mungkin terjadi akhir minggu ini – sebelum Parlemen kembali dari libur Paskah pada Senin.

 Baca: Keluarga Bashar al Assad Dievakuasi ke Teheran?

Para pejabat AS mengatakan mereka memiliki bukti Assad membunuh (menggunakan zat kimia, red) bangsanya sendiri sebagaimana terungkap dalam serangan mematikan  yang telah menewaskan 70 orang di Douma, Ghouta Timur minggu ini.

Sumber-sumber tadi malam mengklaim Amerika sedang mempertimbangkan menyerang sejumlah situs termasuk dua lapangan terbang Suriah, pusat penelitian dan fasilitas senjata kimia.

Sementara itu, militer Suriah juga beritakan telah menggerakkan jet tempurnya ke lapangan udara yang dikendalikan Rusia.

Dalam tanda upaya putus asa untuk menghentikan pembalasan yang meningkat menjadi perang besar, Kremlin mengatakan sebuah saluran antara militer Rusia dan AS di Suriah telah “aktif”.

Baca: Pemimpin Dunia Beri Sinyal Dukungan Serang Rezim Bashar

Donald Trump dinilai telah menceburkan Barat ke dalam ketidakpastian dengan menunjukkan bahwa dia memiliki pemikiran kedua tentang aksi militer.

Mengambil pernyataannya dalam kicauan terbaru via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, “Tidak akan pernah mengungkapkan kapan serangan ke Suriah akan terjadi. Bisa saja segera atau tidak secepat itu,” ancamnya.

Hanya beberapa jam kemudian, ia mengatakan kepada media AS, “Kami sangat serius, sangat erat dengan seluruh situasi dan kita akan melihat apa yang terjadi orang-orang.”

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terpisah menegaskan bahwa Barat memiliki “bukti” Bashar al Assad berada di belakang pembantaian dengan menggunakan senjata kimia di Douma.

Dan dia mengatakan, Prancis dan AS akan memutuskan tanggapan “pada saat kami memilih, ketika kami menilai itu sebagai yang paling berguna dan paling efektif”, ujarnya.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !