Bashar al-Assad ‘Bersembunyi di Bunker’ Bersama Pejabat Iran Jelang Serangan Udara AS

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Barat memiliki "bukti" Bashar al Assad di belakang pembantaian dengan senjata kimia di Douma

Bashar al-Assad ‘Bersembunyi di Bunker’ Bersama Pejabat Iran Jelang Serangan Udara AS
EPA
Bashar al Assad bertemu Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran bidang Hubungan Luar Negeri, Ali Akbar Velayati

Terkait

(Halaman 1 dari 2)

Hidayatullah.com–Pemimpin rezim Suriah itu dilaporkan meninggalkan Damaskus dengan konvoi militer dan bersembunyi di Pangkalan Ydara Khmeimim yang dikendalikan Rusia di Pantai Suriah.

Rekaman yang dilihat oleh Baghdad Post  menunjukkan Bashar al Assad di dalam sebuah ruangan tak berjendela bersama dengan para pejabat Iran sebagai antisipasi serangan AS yang akan segera terjadi.

Foto-foto resmi juga menunjukkan dia di dalam sebuah ruangan kecil seperti ruangan bunker dengan delegasi dari Iran, sekutu penting dan musuh bebuyutan Amerika Serikat.

Foto Bashar ditemui delegasi Iran di sebuah ruangan tak berjendela [EPA]

Iran dan Rusia secara efektif menjalankan Suriah dalam absennya Bashar karena dia dilarang melakukan panggilan telepon sebagai antisipasi hal itu dapat membongkar lokasinya, ini telah terbukti dan valid.

Kampanye pemboman diperkirakan memiliki lingkup yang lebih luas dari tahun lalu ketika Amerika menembakkan Rudal Tomahawk ke arah sebuah pangkalan udara pasca serangan kimia yang sama terjadi.

Baca: Rangkaian Ledakan Di Damaskus, Setelah Trump Umumkan Serang Suriah

Sementara itu rezim Assad telah mulai menyembunyikan aset-aset militernya beserta aset milik Rusia dengan harapan untuk melindungi semua itu dari pasukan angkatan udara dan laut AS terbesar sejak Perang Iraq 2003 yang bersiap menarget mereka.

Badan intelejen AS telah melacak pesawat Suriah dipindahkan dari markas mereka ke bawah kendali Rusia atau dengan kehadiran Rusia, dengan keyakinan bahwa Washington akan ragu-ragu menyerang aset-aset Rusia.

Apa yang kita ketahui sejauh ini? Di bawah ini catatan The Sun, Jumat (13/04/2018).

  • Sebuah serangan kimia, menggunakan “gas klorin beracun” terjadi di Douma yang terkepung pada Sabtu
  • Puluhan orang terbunuh, mereka yang terkena dampak serangan kimia itu mengalami “mulut berbusa, sianosis dan luka bakar kornea”
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi bahwa 500 orang menunjukkan gejala terkena “bahan kimia beracun”
  • Presiden AS Donald Trump pada Senin mendeklarasikan bahwa respon tegas akan dibuat dalam waktu 24 hingga 48 jam
  • Pejabat Senior Rusia memperingatkan bahwa Moskow akan menembak jatuh roket AS jika Washington melancarkan serangan >>>> [bersambung]

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !