Roket Militan Kurdi Sasar Masjid, Dua Jamaah Shalat Maghrib Terbunuh

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, operasi militer tersebut bertujuan untuk menciptakan ”zona aman” sepanjang 30km di wilayah Suriah

Roket Militan Kurdi Sasar Masjid, Dua Jamaah Shalat Maghrib Terbunuh
hry
Masjid Calik dihantam roket

Terkait

Hidayatullah.com–Sedikitnya dua orang terbunuh, dan melulai belasan orang lain saat sebuah roket yang diluncurkan milisi Kurdi dari Suriah menyasar jamaah shalat di Kilis, Kota Turki berbatasan dengan Suriah, kutip TRT World.

Roket menyasar Masjid Calik sekitar pada pukul 06.10 malam saat sedang berlangsung shalat Maghrib, kata Gubernur Kilis Mehmet Tekinaslan.

”Sebuah roket dari Suriah telah menimpa Masjid Calik saat shalat,” kata Mehmet Tekinarslan kepada wartawan.

Baca: Erdogan: Operasi Militer Darat di Afrin Suriah Dimulai

Serangan roket dilakukan setelah Ankara memulai operasi militer yang menghapuskan teroris Kurdi di wilayah Afrin yang berbatasan dengan Turki pada hari Sabtu.

Dalam sebuah pernyataan dia mengatakan roket lain menyasar sebuah rumah menyebabkan lima penghuni, termasuk anak-anak yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sumber militer mengatakan mereka bisa mendeteksi posisi peluncur roket dan menyerang balik.

Sebelumnya, hari Ahad pagi (21/1/2018), Kota di Killis, di selatan Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah dihantam beberapa roket, beberapa jam setelah dimulainya operasi militer Turki melawan kelompok tersebut.

Baca: Qatar Dukung Turki Operasi Militer di Kota Afrin

Beberapa media lokal menyebutkan, roket yang menghantam Kota Kilis ditembakkan dari markas di sekitar Kota Afrin di Suriah, yang dikuasai militant Unit Perlindungan Rakyat (Yekîneyên Parastina Gel/YPG), yang telah dilabeli teroris oleh Turki.

YPG adalah sayap bersenjata dari Partai Kesatuan Demokratik (PYD), yang menguasai sebagian besar Rojava, di wilayah Suriah yang didominasi Kurdi utara.

Pada hari Sabtu, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk menghapuskan militan Kurdi PYD / PKK dan Daesh (IS) di Afrin, barat laut Suriah.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, operasi militer tersebut bertujuan untuk menciptakan ”zona aman” sepanjang 30km di wilayah Suriah. Namun, pemerintah Suriah menganggap tindakan Turki sebagai agresi. Rusia juga mendesak Ankara untuk menahan diri dan menghormati integritas wilayah Suriah.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !