Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kabar dari Suriah

Serangan Mortar ISIS bunuh Jenderal Rusia

DailyPakistan
Letjen Valery Asapov
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan pada Ahad bahwa salah satu letnan jenderalnya, Valeryi Asapov, terbunuh oleh serangan mortar di Suriah, kantor berita TASS melaporkan.

Serangan mortar itu dilakukan oleh kelompok teroris ISIS, kementrian mengatakan.

Kementrian mengatakan bahwa Letjen Valery Asapov “berada di pos komando tentara Suriah, sedang membantu para komandan Suriah dalam operasi pembebasan kota Deir el-Zour (Dair az Zur),” lapor Daily Sabah pada¬† Senin 25 September 2017.

Baca: Dubes Rusia Tewas Ditembak Polisi Turki, Berikan Peringatan Masalah Aleppo

Kementrian juga menyatakan Asapov akan menerima penghargaan anumerta.

Di provinsi Deir al-Zour yang berada di Suriah timur, ISIS sedang melawan dua serangan yang terpisah, salah satu sisi dilancarkan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan di sisi lain dilancarkan oleh rezim Assad dan sekutunya.

Baca: Seorang Anggota Pasukan Khusus Rusia Tewas di Suriah

Mayor Jenderal Konashenkov dari Rusia mengatakan pasukan rezim Assad telah melanjutkan serangan pada sisi timur sungai Eufrat selama beberapa hari terakhir, “menduduki 16 kilometer persegi dari dua desa.”

Sementara itu, Pentagon mengkonfirmasi bahwa SDF melanjutkan serangannya di provinsi Deir az-Zur.*

Rep: Nashirul Haq AR
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

60% dari Kamp Yarmouk Telah Hancur

60% dari Kamp Yarmouk Telah Hancur

Iran Berharap Milisi Syiah Iraq ikut Bertempur di Suriah

Iran Berharap Milisi Syiah Iraq ikut Bertempur di Suriah

40 Tentara Rezim Suriah Terbunuh pada Serangan Besar-besaran Pejuang Oposisi di Idlib

40 Tentara Rezim Suriah Terbunuh pada Serangan Besar-besaran Pejuang Oposisi di Idlib

Rezim Suriah Lanjutkan Pemboman di Kota Daraa

Rezim Suriah Lanjutkan Pemboman di Kota Daraa

Oposisi Tuduh Rezim Bashar Lakukan Pembersihan Etnis dalam Skala yang Belum Pernah Terjadi

Oposisi Tuduh Rezim Bashar Lakukan Pembersihan Etnis dalam Skala yang Belum Pernah Terjadi

Baca Juga

Berita Lainnya