Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kabar dari Suriah

Melihat Tempat Perlindungan Bawah Tanah di Suriah

Aljazeera
"Saya menghabiskan waktu selama 45 hari membangun tempat perlindungan bom untuk melindungi kami,” ujar Abu Nidal Abed
Bagikan:

Hidayatullah.com–Didorong kekhawatiran atas keselamatan keluarganya, seorang pejuang Suriah membangun tempat perlindungan dari serangan bom di daerah terkepung Ghouta.

Abu Nidal Abed, seorang pejuang berusia 43 tahun di Tentara Pembebasan Suriah (FSA), istri dan dua anak-anak sudah tidur di tempat perlindungan bom yang dibangun dalam waktu singkat itu selama berbulan-bulan.

Lebih dari 400.000 orang telah tewas selama perang yang terjadi di Suriah

Lebih dari 400.000 orang telah tewas selama perang yang terjadi di Suriah

Terletak di kota Saqba di daerah Ghouta pedesaan Damaskus, rumah mereka telah rusak oleh serangan udara yang diluncurkan oleh pemerintah Suriah sepanjang perang sipil yang telah berlangsung selama lima tahun tersebut.

“Saya menghabiskan waktu selama 45 hari membangun tempat perlindungan bom untuk melindungi kami dari serangan roket dan serangan udara,” katanya kepada Aljazeera, Rabu (27/04/2016).

Perang Suriah pecah pada sebagian besar penuntut revolusi tak bersenjata terhadap Presiden Bashar al-Assad Maret 2011, tapi itu tidak lama sebelum akhirnya berkembang menjadi perang terhadap  rakyat sendiri.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Steffan de Mistura, memperkirakan pekan lalu bahwa lebih dari 400.000 orang telah tewas selama perang yang terjadi di Suriah.

Ruang BAwah Tanah Suriah4a

Pengepungan tersebut telah membuat hal ini menjadi sulit bagi warga untuk mengakses bantuan kemanusiaan, termasuk obat-obatan

Sebagian besar wilayah Ghouta dikepung oleh pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok bersenjata pro-Assad, termasuk Hizbullah Lebanon (Libanon).

Pengepungan tersebut telah membuat hal ini menjadi sulit bagi warga untuk mengakses bantuan kemanusiaan, termasuk obat-obatan dan vaksinasi, mengakibatkan munculnya gelombang penyakit.

Sambil menjelaskan bahwa ia telah kehilangan salah satu putra dalam perang sipil Suriah, Abed mengatakan ia terdorong oleh rasa takut untuk keselamatan anak-anaknya, dia berharap dapat melindungi mereka dari serangan udara pemerintah Suriah.

Anak lelaki Abed, Nidal, usia 25 tahun, tewas saat berjuang dengan FSA di pedesaan Damaskus pada tahun 2015. */Karina Chaffinch

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Libanon Menetapkan Tanggal bagi Pengungsi Suriah yang akan Pulang

Libanon Menetapkan Tanggal bagi Pengungsi Suriah yang akan Pulang

Video Kaki dari Kaleng Gadis Suriah Undang Rasa Iba

Video Kaki dari Kaleng Gadis Suriah Undang Rasa Iba

Empat Tahun Serangan Koalisi AS di Suriah Bunuh 3.300 Warga Sipil

Empat Tahun Serangan Koalisi AS di Suriah Bunuh 3.300 Warga Sipil

120 Ribu Warga Tinggalkan Ghouta Timur

120 Ribu Warga Tinggalkan Ghouta Timur

Kekejaman Terburuk Rusia dan Rezim Suriah Setelah Aleppo

Kekejaman Terburuk Rusia dan Rezim Suriah Setelah Aleppo

Baca Juga

Berita Lainnya