Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Kabar dari Suriah

Atas Nama Indonesia, untuk Anak-anak yang Ayah-Ibunya Dibunuh Rezim Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ada pepatah Turki, “Dunia pasti dalam keadaan baik, ketika semua anak yatim tersenyum.” Awal Juni 2015 ini, Tim Sahabat Suriah dan Sahabat Al-Aqsha mengantarkan lagi amanah Anda sebesar US$ 10,000 kepada Al-Sarraa Foundation. Dana ini khusus untuk menyantuni 200 anak yatim para syuhada Suriah bulan Juli 2015.

Terima kasih Indonesia, Jazakumullaah khayran katsiiran. Semoga Anda yang mendoakan, menyebarkan maklumat ini, dan menyumbang beroleh hadiah janji Rasulullah, “Aku dan orang yang di rumahnya menyantuni anak yatim seperti ini di Syurga (sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya).”

Semoga juga Anda yang mendoakan, menyebarkan maklumat ini dan menyumbang beroleh balasan sebagaimana janji Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam, “Siapa yang mengurusi keluarga orang yang berjihad, dia dianggap berjihad.”

Sejak Januari 2014, Sahabat Suriah diamanahi menggendong dan merangkul 200 anak yatim para Syuhada Suriah. Sejumlah 139 anak yatim di Ghouta Syarqiyya yang terkepung, 50 anak yatim di kamp pengungsi ‘Ain Halwa, Lebanon, dan seorang anak yatim di Istanbul. Para ayah dan ibu anak-anak ini mati dengan berbagai cara akibat keganasan rezim Basyar Assad yang ngotot mempertahankan kekuasan tangan besinya, yang sudah berlangsung 40 tahun turun temurun.

Ada Muhammad usia 15 tahun, ayah ibunya terbunuh setelah rumahnya hancur akibat serangan udara rezim Assad di Ghouta Syarqiyya pinggiran Damaskus. Kini Muhammad jadi “ayah sekaligus ibu” bagi keempat adiknya. Ada Muhammad yang lain baru berusia 5 tahun, ketika ayahnya dibunuh serdadu rezim Assad di dalam rumahnya. Kawasan itu tak bisa dimasuki warga lain selama empat hari. Barulah hari ke empat Pakdenya bisa masuk, dan menemukan Muhammad kecil terkurung di rumahnya bersama jenazah sang Ayah sampai empat hari.

Ada yang ayahnya mati disiksa di penjara rezim Assad. Ada yang ibunya tertimpa bom gentong (bom berbentuk drum berisi zat kimia peledak dan berbagai potongan besi, paku, baut, dll), ada yang ayahnya ditembak mati saat mencari nafkah. Ada 200 cerita yang sedang kami kumpulkan satu per satu. Anak-anak ini lengkap datanya pada kami. Nama lengkapnya. Nama Ibunya. Nama Ayahnya. Kapan dan bagaimana ayah atau ibunya dibunuh. Nama walinya. Nomor telepon walinya. Alamatnya.

“Kita tidak ingin sekedar ‘ngasih duit’, mereka anak-anak kita,” kata Tomi Janto Koordinator Sahabat Suriah, “kalau ingin Allah tambah ridha, kita harus perlakukan anak-anak ini seperti anak-anak kita sendiri.” Janto mengakui, anak-anak itu tidak bisa diangkat ke Indonesia. Kerabat mereka masih mampu menjaga. “Tugas kita memperkuat kerabatnya sehingga mampu mengantarkan mereka jadi Muslim yang tangguh,” kata Janto.

Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha Muhammad Fanni Rahman di Yogyakarta menjelaskan, “Kita ingin memperbaiki cara kita mencintai mereka. Kita juga ingin memperbanyak jumlahnya. Kami mohon Allah gerakkan lebih banyak lagi Muslimin Indonesia.”

Sampai kapan kita menyantuni anak-anak yatim para syuhada Suriah?

Fanni menjawab, “In syaa Allah, sampai kita dan anak-anak yatim syuhada ini sujud di halaman Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka!”

Rep: Sahabat Suriah | Sahabat Al-Aqsha
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jet Rusia Dikabarkan Serang Kamp Pengungsi Suriah di Hammad

Jet Rusia Dikabarkan Serang Kamp Pengungsi Suriah di Hammad

Setelah Serangan Senjata Kimia, Sejumlah Bayi Suriah Lahir Cacat

Setelah Serangan Senjata Kimia, Sejumlah Bayi Suriah Lahir Cacat

Laporan: Milisi Hizbullah Kirim Lebih Banyak Teroris ke Suriah Bantu Bashar

Laporan: Milisi Hizbullah Kirim Lebih Banyak Teroris ke Suriah Bantu Bashar

60.000 Pengungsi berada di Ambang Kematian

60.000 Pengungsi berada di Ambang Kematian

Dewan Ulama Afghanistan wafat

Serangan Bom Assad ke Penampungan Quneitra Tewaskan Anak-Anak

Baca Juga

Berita Lainnya