Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kabar dari Suriah

Ribuan Keluarga di Suriah Terancam Mati Kelaparan

reuters
Seorang anak perempuan mengamati dari tenda penampungannya di Al Zaatri dekat kota Mafraq, Jordania dekat perbatasan dengan Suriah
Bagikan:

Hidayatullah.com—Kelompok Oposisi Koalisi Nasional Suriah, SNC, dikutip BBC hari Kamis mengatakan ribuan keluarga di sekitar Damaskus terancam mati kelaparan.

Kelompok ini mengatakan kawasan Muadamiyat al Sham, di pinggiran ibukota Damaskus, yang menjadi  sasaran serangan senjata kimia Agustus lalu, dikepung tentara yang setia kepada Presiden Bashar al Assad dalam sepuluh bulan terakhir.

Makanan dan air langka, kata SNC, sementara tidak ada kegiatan di berbagai lembaga pendidikan.

Menurut SNC, rezim Bashar yang berkuasa melakukan upaya sistematis terhadap warga di sekitar Damaskus agar meninggalkan rumah-rumah mereka dan sulit mengakses kebutuhan pangan.

SNC mengatakan sudah ada warga yang mati kelaparan dan menyerukan pembentukan koridor kemanusiaan untuk memungkinkan pengiriman bantuan ke daerah-daerah di sekitar Damaskus.

Koridor ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengungsikan warga yang saat ini mengalami kelaparan yang parah.

Muadamiyat dikenal sebagai salah satu pangkalan pejuang oposisi untuk menyerang Damaskus dan pemerintah pimpinan Presiden Assad menggelar operasi menumpas pejuang oposisi di daerah ini.

Pada 21 Agustus lalu terjadi serangan kimia di daerah Muadamiyat yang memicu kecaman keras masyarakat internasional.

Para anggota Dewan Keamanan PBB telah sepakat untuk  penghancurkan senjata kimia Suriah.

Konflik bersenjata di Suriah pecah pada awal 2011, di tengah gelombang gerakan demokratisasi di Timur Tengah, menewaskan lebih dari 100.000 orang dan memaksa jutaan orang mengungsi ke beberapa negara tetangga, seperti Yordania, Irak, Lebanon, dan Turki.

Badan pengungsi PBB mengatakan  masyarakat internasional harus lebih aktif membantu pengungsi ini, karena keempat negara tetangga Suriah sudah kewalahan menerima pengungsi yang jumlahnya terus naik  

Akhiri pertikaian

Di saat sama, beberapa kelompok pejuang oposisi yang kuat di Suriah Kamis (03/10/2013) menuntut    mengakhiri pertempuran mereka di Suriah utara, dan menyerukan agar kelompok   Islam menarik pasukan mereka dalam waktu dua hari.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan pihak yang menandatangani permohonan itu termasuk Tentara Islam, Brigade Tauhid dan kelompok Ahrar al-Sham – semuanya berafiliasi dengan aliansi Tentara Pembebasan Suriah.

Kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaidah, Daulah Islam Iraq dan Levant, bulan lalu merebut kota Azaz, yang terletak sekitar lima kilometer dari perbatasan dengan Turki, dan sejak saat itu telah beberapa kali bentrok dengan Brigade Badai Utara Tentara Pembebasan Suriah.

Upaya sebelumnya yang dilakukan kelompok-kelompok pejuang oposisi untuk merundingkan gencatan senjata antara kedua belah pihak belum berhasil.

Perpecahan di kalangan pejuang oposisi itu telah menghambat perang melawan pasukan Presiden Bashar al-Assad yang memiliki perlengkapan lebih baik dan terorganisasi dalam konflik berdarah di sana.*

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Usamah

Bagikan:

Berita Terkait

Para Perwira Suriah yang Bertahan Alami Depresi Berat

Para Perwira Suriah yang Bertahan Alami Depresi Berat

Pasukan Bashar Berhasil Kuasai Wilayah Deir al-Zour

Pasukan Bashar Berhasil Kuasai Wilayah Deir al-Zour

Jabhah Al-Nusra Lancarkan Serangan pada Teroris Assad di Pinggiran Kota Homs

Jabhah Al-Nusra Lancarkan Serangan pada Teroris Assad di Pinggiran Kota Homs

Tahun 2018, Paling Mematikan Bagi Anak-Anak Suriah

Tahun 2018, Paling Mematikan Bagi Anak-Anak Suriah

Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya