Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kabar dari Suriah

Darah Terus Menganaksungai di Suriah: Dalam Seminggu Sudah 500 Warga Dibunuh

Bagikan:

Hidayatullah.com |Sahabatsuriah.com–Mahasuci Allah yang menetapkan ujian iman dan kesabaran bagi hamba-hambaNya sesuai dengan kehendakNya. Sesudah dua Jumat lalu ditetapkan oleh pihak oposisi sebagai Jumat ‘Berita Gembira untuk Orang-orang yang Bersabar’, dan Jumat 5 April lalu ditetapkan sebagai “Jumatnya Para Pengungsi yang Mulia”, amuk rezim Basyar al-Assad sama sekali tidak mengendur, kalau bukan malahan semakin menggila.

Hari Selasa 9 April lalu, para relawan Local Coordination Committees mendokumentasikan jatuhnya syuhada (bi-idznillah) sebanyak 120 orang di seluruh Suriah, termasuk 8 wanita dan 19 orang anak. SEMBILAN BELAS ANAK TEWAS dibunuh dengan bom dan mortir serta rudal dalam sehari, tubuh mereka ditemukan di bawah reruntuhan gedung. Ditemukan pula jenazah satu orang yang meninggal dunia karena disiksa.

Remaja putri Hadiil Ahmad al-Mubarak, syahidah (Insya Allah) dari Dara’a. Foto: Syrian Days of Rage

Sebanyak 35 orang orang menemui syahid di Damascus dan kawasan pinggirannya, 30 orang di Aleppo, 24 orang di Homs, 12 di Dara’a, 6 di Idlib, 4 di Hama, 2 di Raqqah dan 1 di Lattakia.

Para relawan juga melaporkan terjadinya pengeboman di 288 titik di berbagai kawasan kota dan desa di Suriah. Bombardments dengan pesawat-pesawat tempur terjadi di 13 titik di berbagai kawasan sementara penembakan mortir terjadi di 106 titik. Serangan-serangan artileri terjadi di 103 titik sementara penggempuran dengan roket-roket dilakukan rezim ke 66 titik di berbagai kawasan Suriah.

Para pejuang pembebasan Suriah, Jaysul Hurr, terlibat pertempuran di 128 titik, termasuk di Deir Ezzur di mana sebuah helikopter militer rezim berhasil ditembak jatuh. Para pejuang juga berhasil merontokkan sebuah pesawat MiG di kawasan Ghutah Syarqiyah di pinggiran Damascus.

Para pejuang membunuh 40 tentara rezim termasuk beberapa perwira sesudah pertempuran di kawasan Rumah Sakit al-Kindi. Di Hama, Jaysul Hurr berhasil membebaskan kota Zariqi sesudah pertempuran dengan rezim. Di Dara’a, Jaysul Hurr memulai penyerangan terhadap batalion transportasi dan perlengkapan rezim, sementara di kawasan Kafr Susah di Damascus yang dikenal sebagai kawasan kelas tinggi, Jasyul Hurr menembakkan mortir ke arah kawasan kantor perdana menteri.

Hari Senin 8 April, sebuah bom mobil meledak di kawasan sibuk kota Damascus yang bernama Sab’ah Bara’at. Diberitakan sedikitnya 19 orang tewas dan puluhan lainnya, termasuk anak-anak sekolah, cedera. Pada hari yang sama, di kawasan Jobar yang strategis di Damascus, pasukan rezim melakukan penembakan membabibuta termasuk dengan gas beracun.

Pada hari Ahad 7 April, korban kekerasan jatuh sebanyak 151 orang, termasuk 8 wanita dan 11 orang anak. Sebanyak 4 orang ditemukan syahid (bi-idznillah) sesudah disiksa rezim. Sebanyak 48 syuhada ditemukan di Damascus dan kawasan pinggirannya, sementara di Aleppo jatuh korban sebanyak 39 orang, terutama di kawasan Ameriah. Sebanyak 23 orang syuhada jatuh di Homs, 12 di Deir Ezzur, 10 di Hama, 8 di Dara’a, 6 di Idlib, 2 di Lattakia, 2 di Hasakah dan 1 di Raqqah.

Mata warga yang terkena gas beracun yang ditembakkan pasukan rezim Basyar. Foto: Syrian Days of Rage

Pada hari Sabtu, 6 April, LCC mendokumentasi jatuhnya 116 syuhada termasuk 1o wanita dan 13 anak. Juga diketemukan jasad 6 orang syuhada yang disiksa. Sebanyak 37 syuhada ditemukan di Aleppo, 34 di Damascus dan kawasan pinggirannya, 20 di Hama, 9 di Dara’a, 8 di Homs, 5 di Idlib, 2 di Hasakah dan 1 di Deir Ezzur.

Pada hari Jumat 5 April, jatuh 83 orang syuhada termasuk 2 wanita dan 10 anak serta 11 orang yang disiksa. Sebanyak 48 syuhada ada di Damascus dan kawasan pinggirannya, 14 di Aleppo, 8 di Dara’a, 4 di Hama, 4 di Idlib, 2 di Homs, 2 di Deir Ezzur dan 1 di Raqqah.

Bila dihitung selama seminggu penuh maka sudah jatuh sekitar 500 orang korban warga Suriah yang semula hanya meminta reformasi namun kemudian langsung ditindas kejam oleh rezim Basyar al-Assad. Januari lalu PBB menyatakan bahwa jumlah korban sudah 70 ribu orang, namun melihat jumlah korban yang berjatuhan dalam waktu singkat, agaknya dalam waktu singkat angka itu harus direvisi.

Angka mungkin tidak berbicara banyak, tapi hati orang-orang beriman akan berbicara dan ikut berdoa ketika warga Suriah yang disiksa dan dizalimi habis-habisan seperti ini menyerukan, “Ya Allah, maa lanaa ghayraKa ya Allah… Ya Allah, tiada bagi kami selain Engkau.”*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gadis Kecil Aleppo: Beragam Senjata Canggih Sudah Dijatuhkan, Bermil Paling Ringan!

Gadis Kecil Aleppo: Beragam Senjata Canggih Sudah Dijatuhkan, Bermil Paling Ringan!

Serangan Udara Rezim Gempur Kubu Oposisi Terakhir Suriah, Gas “Mencekik” Warga Sipil

Serangan Udara Rezim Gempur Kubu Oposisi Terakhir Suriah, Gas “Mencekik” Warga Sipil

Bantuan Belum Sampai ke Daraya, Ditolak Pemerintah Suriah

Bantuan Belum Sampai ke Daraya, Ditolak Pemerintah Suriah

Bashar al-Assad Dilaporkan sedang Aami Tekanan Psikologi

Bashar al-Assad Dilaporkan sedang Aami Tekanan Psikologi

Tentara Rezim Bashar Serang Pasukan Ar Rahman dengan Gas Beracun

Tentara Rezim Bashar Serang Pasukan Ar Rahman dengan Gas Beracun

Baca Juga

Berita Lainnya