Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Kamp Rohingya Kebakaran, Ribuan Pengungsi Kehilangan Tempat Bernaung

Kebakaran Rohingya Meer Faisal/Al Jazeera
Bagikan:

Hidayatullah.com — Ribuan pengungsi Rohingya kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran menghanguskan sebagian kamp pengungsi mereka di Bangladesh, kata polisi.

Hampir satu juta minoritas Muslim yang dianaya, banyak diantaranya lolos dari penindasan militer tahun 2017 di Myanmar, tinggal di jaringan kamp di Cox’s Bazar, Bangladesh.

“Sekitar 1.200 rumah hangus terbakar,” kata Kamran Hossain, Batalyon Polisi Bersenjata, yang mengepalai keamanan kamp tersebut, pada Ahad.

Api diduga berasal dari Kamp 16 dan menjalar melalui rumah-rumah yang terbuat dari bambu dan terpal, menyebabkan lebih dari 5.000 orang kehilangan tempat tinggal, katanya.

“Api mulai menyala pada pukul 16:40 [10:40 GMT] dan berhasil dikendalikan sekitar pukul 18:30,” katanya kepada kantor berita AFP.

Mohammed Shamsud Douza, seorang pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, mengatakan pemadam kebakaran telah mengendalikan api. Namun penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, tambahnya.

‘Aku kehilangan mimpiku’

Salah satu korban kebakaran kamp pengungsi Rohingya, Abdur Rashid, menyebut api yang melalap rumah dan perabotannya begitu besar hingga ia hanya bisa menyelamatkan diri.

Untungnya saat itu tidak ada seorangpun yang berada di dalam rumah, namun semua uang yang telah dikumpulkannya terbakar habis.

“Semua yang ada di rumah saya terbakar. Bayi dan istri saya sedang keluar. Ada banyak barang di rumah. Saya menghemat 30.000 taka [350 dolar] dari bekerja sebagai buruh harian. Uangnya hangus terbakar,” ujarnya kepada AFP.

“Saya sekarang berada di bawah langit terbuka. Aku kehilangan mimpiku.”

Pada bulan Maret tahun lalu, 15 orang tewas dan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bangladesh setelah kebakaran besar menghancurkan ribuan rumah Rohingya di pemukiman pengungsi terbesar di dunia.

Mohammad Yasin, 29, mengeluhkan kurangnya peralatan keselamatan kebakaran di kamp-kamp pengungsian.

“Kebakaran sering terjadi di sini. Tidak mungkin kami bisa memadamkan api. Tidak ada air. Rumah saya terbakar. Banyak dokumen yang saya bawa dari Myanmar juga dibakar. Dan di sini dingin,” katanya.

Kobaran api lain menghanguskan pusat perawatan COVID-19 untuk pengungsi di kamp lain pada Ahad lalu, tidak menimbulkan korban jiwa.

Bangladesh dipuji karena menerima pengungsi yang melarikan diri melintasi perbatasan dari Myanmar, tetapi hanya sedikit berhasil menemukan rumah permanen bagi mereka.

Pengungsi Rohingya dari Myanmar telah bertahun-tahun berlayar ke negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia untuk mencari perlindungan.

Bulan lalu, Indonesia mengizinkan sebuah kapal yang penuh dengan pengungsi Rohingya, yang terdampar di lepas pantainya, untuk berlabuh setelah ada seruan dari organisasi HAM untuk mengizinkan kapal tersebut mencari perlindungan.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Setelah Al Qaradhawi, Al Qarni Juga Dilarang Prancis

Setelah Al Qaradhawi, Al Qarni Juga Dilarang Prancis

Liberia Minta bantuan Amerika Selidiki Kematian Misterius 3 Pejabat Keuangan

Liberia Minta bantuan Amerika Selidiki Kematian Misterius 3 Pejabat Keuangan

Gempa Besar di Pakistan Ciptakan Pulau Kecil

Gempa Besar di Pakistan Ciptakan Pulau Kecil

Banyak Kecelakaan, Moskow Batasi Kecepatan Skuter Listrik

Banyak Kecelakaan, Moskow Batasi Kecepatan Skuter Listrik

Laporan: Turki Memerintahkan Saluran TV Ikhwanul Muslimin untuk Berhenti Mengkritik Mesir

Laporan: Turki Memerintahkan Saluran TV Ikhwanul Muslimin untuk Berhenti Mengkritik Mesir

Baca Juga

Berita Lainnya