Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Save the Children Mengkonfirmasi 2 Stafnya yang Hilang Dibunuh Militer Myanmar

Bagikan:

Hidayatullah.com–Organisasi amal Save the Children mengkonfirmasi bahwa dua anggota stafnya di Myanmar tewas dalam serangan dilakukan oleh militer.

Lebih dari 35 mayat, termasuk wanita dan anak-anak, ditemukan oleh milisi anti-junta di negara bagian Kayah. 

Tentara memaksa orang-orang keluar dari mobil mereka, menangkap sebagian dan membunuh sebagian yang lain sebelum kemudian membakar tubuh mereka, kata organisasi itu.

Save the Children mengatakan dua stafmya ada di antara 35 orang yang tewas itu. Keduanya belum lama ini baru menjadi ayah dan mereka bekerja menggarap proyek bidang pendidikan untuk anak-anak. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah untuk liburan, setelah melakukan kerja kemanusiaan.

Lewat Twitter, Save the Children menyeru Dewan Keamanan PBB agar melakukan pertemuan dan mengambil tindakan pelaku serangan tersebut, lansir BBC Selasa (28/12/2021).

Menyusul laporan perihal pembantaian itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan militer Myanmar harus diminta pertanggungjawabannya. Dia juga menyeru agar diberlakukan larangan penjualan senjata kepada militer Myanmar.

Karenni National Defence Force, salah satu milisi terbesar yang menentang militer Myanmar, mengatakan bahwa korban tewas bukan anggota milisi melainkan orang sipil yang sedang mencari tempat perlindungan dari konflik.

Seorang juru bicara militer Myanmar mengatakan pertempuran telah pecah di Hpruso pada hari Jumat setelah tentara berusaha menghentikan tujuh mobil yang dikemudikan dengan “cara yang mencurigakan”, lapor AFP.

Tentara membunuh sejumlah orang dalam bentrokan yang menyusul kemudian, kata juru bicara Zaw Min Tun mengatakan kepada AFP hari Sabtu.

Foto-foto yang menunjukkan kerusakan setelah serangan di Hpruso itu beredar di media sosial, tampak sisa-sisa kendaraan yang habis terbakar.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Bisa Makan Waktu Lama, Kanada Mulai Proses Ekstradisi CFO Huawei ke AS

Bisa Makan Waktu Lama, Kanada Mulai Proses Ekstradisi CFO Huawei ke AS

Coca-Cola Tak Pakai ‘Muhammad’ dalam Iklan di Swedia

Coca-Cola Tak Pakai ‘Muhammad’ dalam Iklan di Swedia

Sepucuk Surat Dari Kamp Wanita Abu Ghraib

Sepucuk Surat Dari Kamp Wanita Abu Ghraib

facebook donald trump diblokir

Belum Dilantik, Donald Trump Bersitegang dengan Dinas Rahasia AS

Amerika Siap Persenjatai Pemberontak Libya

Amerika Siap Persenjatai Pemberontak Libya

Baca Juga

Berita Lainnya